Sabtu, 18 Juli 2009

Kesembilan Syracusian


Sebelum menulis ini, saya masih saja heran dengan diri saya sendiri. Saya selalu bertanya-tanya, mengapa untuk menulis tentang kenangan bersama sahabat-sahabat saya sendiri rasanya begitu sukar, bahkan hampir tak ada ide. Rasa-rasanya waktu saya menuliskan puisi buat Ohioans menjelang keberangkatan mereka ke Indonesia begitu mudah dan begitu mengalir. Walaupun saya tidak bersama mereka, karena saya hanya melihat foto-foto, video dan membaca wall mereka di FB. Saya yang hanya bertemu para Ohioans waktu PDO di Jakarta dan bisa membuatkan mereka puisi. Tapi teman-temanku yang bersama selama 8 minggu sama sekali tak ada cerita yang bisa kubagi dan kugambarkan. Baru setelah 3 hari di kota tersayang (walaupun masik shock dengan segala kesemrawutan kota ini) baru saya mulai bisa untuk menuliskan mereka. Menuliskan segala apa yang bisa kutulis, apa yang bisa kembali kuingat.

-Saya mulai dengan ketua tim laki-laki. Namanya Bagus Handoko

Bagus handoko atau yang biasa dipanggil dengan nama Bhe atau B atau Bee(kalau ini sangat benar, karena dia bisa menyengat wanita dengan monyongnya yang tajam, sampai-sampai bunga Lavender pun tunduk dan layu dihadapannya). Saya masih tidak ada ide sama sekali apakah dia memang mempunyai jiwa kepimimpinan yang sejati atau tidak. Tapi saya tau bahwa pada awal-awal kami bersama dia, dia berusaha menjadi ketua yang penuh tanggung jawab dan berusaha menampakkan wibawanya. Semua hampir terkendali dan begitu bagus didalam kontrol dia. Saya pribadi merasa dia begitu bertanggung jawab ketika saya habis terjatuh di tempat ice skating karena berusaha mendorong Gunar (rasain lu met). Dia bilang, kalau saya menjadi tanggung jawabnya (walaupun dia harus meninggalkan si Lavender). Menemaniku tuk mencari shelter bus dan bersama-sama menuju ke dorm tercinta, Shaw Hall. Tapi kepemimpinannya mulai merenggang ketika dia benar-benar telah dimabuk cinta oleh si Lavender. Mulai tidak memenuhi komitmen, membatalkan acara seenaknya atau bahkan tak acuh dengan anggota-anggota dan kegiatan yang akan dilakukan (hahahahahha..peace bhe). Jujur bhe, saya begitu berharap pada malam terkhir, kita menghabiskan waktu bersama-sama dan saling curhat-curhatan , which is , we even didn’t get that opportunity until now. I really do hope it happen. Tapi sayang kamu sibuk dengan ‘bungamu’ , jadi tak ada yang koordinasi. Oh iya, I love ur sketches.. Keep dig ur talent.

NP: Hal terkonyol yang kamu lakukan adalah ketika kamu dengan PeDenya langsung keluar dari stage setelah nari Sajojo. Sapa suruh datangnya telat, jadi gak sempat ikut rehearsal. Week…

-Berikut adalah ketua tim perempuan. Namanya Rezky Khoirina Torihoran

Rezky atau yang biasa dipanggil dengan QQ sampai sekarang masih menyimpan misteri buatku..saya masih wonder, kok bisa kamu selalu menyelesaikan semua jenis tes dengan begitu cepat? Entah itu dikelas, Michigan atau TOEFL. Anak medan ini memang hebat. Tapi kadang-kadang orangnya lebay. Kalo menceritakan sesuatu kadang-kadang berlebihan..hahahahha. Cukup banyak make perasaan, khususnya kalo berhubungan ma lelaki (ooopssss). Makanya dia bisa cepat ‘suka’ ma si ‘onta’. (Saran saya ki, kalo jadi perempuan itu, jangan terlalu sering menggunakan perasaan kalo berhadapan ma lelaki, nanti bakalan gak enak lho).^_^. Kadang-kadang bisa jadi kasar sekali (ingat gak waktu kamu cubit Muhyin di kamar kami?). kamu juga suka me-romanticize everything.

NP: Saya tak tau kapan saya akan foto memakai bando sambil minum kopi di Starbucks.hahahahha.

-Yang ketiga adalah teman sekamarnya si Bhe. Donal Fariz

Ini dia presiden yang tidak berhasil meyakinkan konvensi kalau Indonesian Day itu tidak perlu,hohohohoho, dan the first offender itu adalah saya. Dia mungkin adalah orang yang paling dewasa diantara kami bersepuluh. Tidak terlalu suka bercanda, tapi kalu bercanda kadang-kadang jayus (buka gorden ruang mandi lelaki, cerita yang hampir lucu dan menarik handuk ketika saya benar-benar tidak menggunakan apa-apa). Teman abadinya si Muhyin. Donal itu orang yang kalau cerita selalu diperpanjang (dasar, mentang-mentang anak hukum). Orangnya juga biasa lebay ketika sudah berhubungan dengan pacarnya, sampai-sampai Laptop muhyin diboyong kekamarnya sampai pagi hanya tuk YM-an bersama sang kekasih hati.

NP: Hal yang berani yang kamu lakukan adalah pergi ke ‘kota terlarang’ dengan membawa dua gadis-gadis itu. Gimana perasaan kamu, ribet gak bawa dua tuh makhluk? (ki, jus, peace..!!!)

-Selanjutnya adalah teman kamar si QQ. Jusni

Anaknya semangat sekali dalam pelajaran, semua tugas benar-benar well prepared. Sampai-sampai dia mengkhianati saya dan QQ tuk ikut dekelasnya si Gery dan telat ikut latihan sebelum Indonesian day. Terkadang anaknya manja, cukup keras kepala dan kadang gak bisa baca situasi.hahahahha (kalo mau komen entar aja jus). Paling suka difoto tapi jarang mengambil foto orang :P. Orangnya cepat sedih kalau dapat nilai jelek dalam pelajaran. Lumayan cerewet, dan biasa bicara hal-hal yang gak penting dalam kelas (sampai Daniel bilang kamu lucu ^_^).

NP: harus konsisten dalam masalah percintaan (kamu tau kan maksudku..^_^)

-Yang kelima adalah teman abadinya si Donal : Muhyin

Kadang exciting skali kalau menemukan hal baru (just like me) dan suaranya juga kadang besar sekali kalau ketawa (sekali lagi just like me). Anak ini paling malas buka pintu kalau ada orang yang berkunjung ke kamar dan tidak bisa lepas dari chatting walau sehari. Katanya si Dendi sih, orangnya gak romantis, saya gak tau dia lihat dari sisi mana, tapi kayaknya benar deh. Kalau dia punya pacar, pasti dia gak romantis (hehehehe). Mukanya aneh karena tidak diterima di setiap ras bangsa apapun. Di Indonesia nggak, di cina nggak, di korea nggak apalagi di amerika. Punya kemampuan yang bagus dalam mengekpresikan kekesalan, karena dia langsung blak-blakan (tidak sama dengan beberapa orang yang kadang menyimpannya dalam hati). Selalu bilang lapar..lapar..lapar..tapi tidak gemuk-gemuk juga, justru yang tambah gemuk adalah teman sekamarnya. Barang bawaanya hampir mrngalahkan si gunar dalam segi ketidakefisienan, sampai-sampai bawa sendalnya 2 dan sepatunya 3 (tapi jangan khawatir yin, tissue yang kamu bawa berguna kok.hahahaha). suka stretch kalo bangun tidur sambil mengeluarkan suara yang tidak penting, apalagi kalau baru bangun pagi.

NP: Thanks telah menjadi teman sekamar yang baik. Saya tau pada akhir-akhir kebersamaan kita, hubungan kita agak renggang. Tapi itulah hidup. ~_^…still, I love u …muacchhhh.

-Daftarberikutnya adalah Ima fitriah.

Mmm….pusing mau mengambarkan ima seperti apa. Tapi yang jelas, dia itu orangnya introvert. Rajin tuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Orangnya juga begitu independen dan tidak terlalu suka dengan kami-kami kalau kebanyakan bercanda. Orangnya tidak muluk-muluk karena sukanya sama produk dalam negeri (looo..hayo..).sejauh yang saya lihat, Ima itu orang yang cukup pekerja keras.

NP: Masukan saya adalah, agar Ima menjadi pribadi yang lebih percaya diri, lebih terbuka dan flexible dalam pergaulan..:D. oh iya, ungkapkan apa yang mau diungkapakan, mumpung produknya barang lokal..hahahahhaa.

-Teman sekamarnya si Gunar. Dendi Wijaya

Jika bercerita tentang orang ini, maka akan ada beberapa soundtracks yang akan mewakili dirinya seperti:

  • Yuta..yuta yuta yuta..yuta yuta shimada…..2X
  • Berkibarlah, bendera negeriku (rambutnya terus berkibar)
  • Muka dendi jelek….

Sampai sekarang masih misteri bagiku, bagaimana caranya sehingga rambut Syracusian yang satu ini terus berkibar. Kebiasaannya juga kadang-kadang aneh, duduk sendirian di Bus atau duduk sendirian di dining hall. Orangnya enak diajak bercanda karena dirinya selalu ngeles dengan komen yang tidak terduga-duga. Tapi pas ketawa, matanya tidak kelihatan, entah disimpan di organ tubuh bagian mana. Pas senyum, bibirnya selalu dibuat imut-imut gitu, kadang-kadang bikin jijay deh :P . Dendi adalah tipe orang yang tidak ribet, orangnya simple dan bicara begitu bersemangat ketika sedang mengemukakan pendapatnya. Dia juga satu-satunya orang yang tidak pernah digosipkan jatuh cinta, menyukai dan disukai seseorang atau punya friksi antara sesama kesepuluh syracusian. Sampai sekarang saya tidak tahu alasan mengapa dia begitu jijik melihat saya menari konyol di depannya.

NP: Pelajaran yang paling penting yang saya ambil dari kamu adalah ketika masih di Jakarta, menjelang keberangkatan. Ingat soal keluhan saya kepada orang tua?

-Wanita yang paling dewasa diantara ladies-ladies. Umma Aula

Ini dia wanita tempatku curhat. Saya tak tau juga kalau dia bisa menyimpan rahasia atau tidak, tapi yang jelas keesokan harinya, temen-teman sudah pada tau kalau semalam saya sempat curhat ma dia (mudah-mudahan isi pembicaraannya tidak dibocorkan.amin...). Orangnya tidak macam-macam dan punya minat yang besar tuk jadi seorang psikolog atau motivator. Tapi kadang mulutnya tajam juga ketika menyindir seseorang…hehehehhe..walaupun sudah berusaha diutarakan secara halus. Tapi itu bagus ma, daripada membicarakan orang dibelakangnya :D. Tatapan matanya kadang-kadang menyebalkan, soalnya dia telah dikutuk dengan mempunyai tatapan mata yang sinis. Walaupun dia sebenarnya punya mata yang indah..(jangan GeEr mbk…).

NP: Terima kasih atas waktumu tuk dengarkan saya. Saya akan berusaha merubah diri lebih maksimal lagi.

-Yang kesembilan , yang terakhir : My Gunar. Dzulgunar Muhammad Nasir

My gunar, the best of mine. Saya punya banyak cerita tentang kamu. Kadang-kadang saya berpikir untuk mencoba menjadi diri kamu selama sehari karena saya mau mencoba melihat dunia dari sudut pandang Gunar. Gunar ini adalah orang yang paling solid diantara kami bersepuluh. Paling perhatian, lucu dan paling banyak ambil foto :D. Saya tau ada waktu dimana Gunar sepertinya kesal entah terhadap siapa atau terhadap apa. Tapi Gunar tak pernah (atau saya yang kurang bisa membaca) mengutarakannya. Gunar adalah orang yang begtiu telaten mengajarkan Tarian Saman kepada kami-kami orang yang begitu banyak bercanda. Terimakasih atas tarian yang indah itu. Oh iya, ada banyak kosakata baru yang berasal dari orang yang satu ini. Kosa katanya dikompilasikan dalam buku yang berjudul ‘Gunarism Dictionary’ (dapatkan segera di toko-toko gaib terdekat di kota anda). Ada beberapa soundtracks yang berkaitan dengan Gunar, diantaranya:

  • Mariama..mariama..ta’dundung ta’ta’ dundung….2X
  • aaaAAAAAaaa…UUUuuuUUUUuu….UUU (Jacko, Earth Song )
  • Baby I can see u hello, u are my saving grace……

Orang ini bagus sekali kalau dibungkus terus dipajang dan sekali-sekali diajak bicara kalau lagi bosan..(maafkan saya nar). Tipe wanita yang dia suka adalah wanita yang berpakaian sopan dan tak jauh-jauh dari daerah asalnya, yaitu tipikal wanita aceh. Saya dan Gunar punya lambing persahabatan, yaitu Squirrel yang lagi berlari-lari di taman kampus (trims atas video itu). Nama squirrel itu adalah Ranug dan Milahum. Mudah-mudahan pertemanan dan persaudaraan kita dapat terus terjalin seperti keakraban squirrel itu yang saling kejar mengejar. I love u so much…

NP: Hal yang paling berkesan adalah kebaikanmu pada malam menjelang keberangkatan menuju ke Indonesia. Waktu saya sakit kepala dan hampir muntah, kamu sibuk ambilkan obat dan bahkan bermalam di kamarku. I do appreciate it. Really…..satu lagi, nanti kapan-kapan insyaallah saya kirim kacang buatan mamaku. Mudah-mudahan bisa.

Kesembilan temanku, Kesembilan syracusian

Tak tau kapan bertemu lagi

Hanya melalui foto dan video saya bisa menggapai kalian

Ketika jauh dinegeri orang, kalianlah yang menjadi keluargaku

Terima kasih atas pelajaran yang diukir oleh kalian diatas kanvas hidupku

Kata Sheila, smoga kita bisa menjadi kisah klasik tuk masa depan

Kata saya, smoga perteman dan persaudaraan ini akan tetap terjalin

Walaupun kekejaman jarak memisahkan kita

Kata saya, kalian telah membuat lubang dihatiku ketika berpisah dengan kalian

Karena kata saya, kalian Syracusian-ku

Kalian irreplaceable…

Jumat, 03 Juli 2009

Masih Mencari

Pagi ini masih menggenggam pasir, dan pasir itu terus mencari celah tuk lari dari genggamanku; mulai dari sela-sela jemari antara kelingking dan jari manis; hingga antara jari telunjuk dan jempol.
Kemudian akan ada keputusan apakah saya berhasil tuk menggenggamnya atau justru banyak melepaskan pasir-pasir itu.

Pagi ini masih melakukan kesalahan yang sama dengan yang kemarin. masih belum tau caranya tuk membuatnya lebih solid, agar tak lepas dari tanganku. sekali lagi, saya tak pernah dan buruk dalam melakukan persiapan..kadang saya berpikir, kalau upaya tuk mempersiapkan sesuatu, juga merupakan salah satu bakat yang tidak dmiliki semua orang.termasuk saya.

Siang ini. Kembali lagi menengok tangan kananku yang terisi dengan sangat sedikit biji-bji emas yang begitu halus, yang sangat gampang lolos dari kepalan tanganku. saat di mesjid, kemudian merefleksi kembali, kenapa tangan kiri ini lebih giat dalam mengumpulkan pasir daripada butiran emas di tangan kananku?saya selalu merasa terpukul ketika butiran-butiran pasir selalu lari menyelundup dari tanganku, tapi jarang terpukul jika hal yang sama terjadi pada butiran-butiran emasku.

Siang ini, masih dengan refleksi-refleksi.kemudian, moment 'aha' datang lagi.berbincang dengan teman yang mengatakan kalau saya adalah orang yang berbakat tuk tidak dibenci, lalu dia berbincang tuhan. tuhan baginya tidak ada, dan dia tidak pernah menemukannya.dia bertindak sangat ramah,sopan dan tak pernah menyakiti orang lain..tapi dia berpikir bahwa apa yang dia lakukan sama sekali tak ada unsur campur tangan tuhan di dalamnya.dia berbicara dengan begitu polosnya.

Malam ini berharap semangat bisa kembali, karena saya punya tujuan. teman saya tadi menggenggam banyak pasir ditangan kirinya tadi pagi, tapi dia tidak punya apa-apa yang digenggam di tangan kanannya. ingin rasanya memperlihatkan ke dia kalau sekarang saya menggenggam butiran emas di tangan kanan saya. tapi saya takut dia justru menyalahartikan tindakanku itu.ingin rasanya tuk sama-sama menggenggam emas. tapi sulit, karena kami hampir berpantomim.jangan-jangan, yang terjadi nanti justru distraksi.dan itu susah tuk menjelaskannya melalui catatan, karena dia sama sekali tidak tau persis apa yang ia cari dan apa yang tangan kanannya akan dia ambil.

Masih terus mencari dan menyeimbangakan antara 'tau' dan 'gerakan motorik'.
masih terus mencari cara jitu menyeimbangkan antara 'emas' dan pasir'.
masih terus mencari cara menemukan 'minat'.

Allah SWT selalu memberikanku teguran.
Dia memberikan rantai kejadian hari ini.
Rabb yang maha berkuasa dan berencana.

Malam ini bukan alasan tuk mengabaikan isi genggaman tangan kanan dan kiriku.
besok juga bukan.



Bumbu-Bumbu di Sini (Syracuse,10 Juni 09)

Saya mulai dengan bumbu yang pedas:

Kali ini, saya tidak bisa bergerak, terpaksa mata saya dibuka..perasaannya itu bagai orang yang hanya 2 jam tidur lalu dipaksa bangun...lalu mengejar ketertinggalan...
Itu yang saya peroleh disini...sadar diri kalau kita secara individu dan orang-orang secara kolektif sesungguhnya punya banyak kekurangan. Saya harus menerima bahwa saya adalah pembelajar yang lambat dan kebanyakan mengeluh. Saya tak tau, kemana selama ini ilmu yang telah saya pelajari..benar-benar pukulan telak...
Saya yakin, banyak pepatah yang bisa menggambarkan pengalaman ini.

Berikut adalah bumbu yang hambar dan pahit:

Berada ditengah-tengah manusia yang memiliki beragam corak warna kulit, pemahaman atau cara kami mengucapkan kata-kata dalam bahasa inggris yang berbeda. tapi ketika kami tertawa, kami melakukan ekspresi yang sama.ketika kami tak paham dan kesulitan menjawab, ekspresi kami hampir sama.
ya, betul kalau manusia dimana-mana dasarnya sama.berada disini membuat mataku benar-benar terbuka sekarang.
tapi mengapa sebagian mereka tidak memiliki tujuan? (baca: katakanlah,mereka tak tau Tuhan mereka)। sangat betul kalau ini kali pertama saya bisa berbincang dengan orang yang tak beragama. sangat betul kalau dinegerikupun, saya banyak mendengar tentang hal-hal tersebut. tetapi kenapa pada saat saya tau, hati saya bergetar?dan itu bergetar karena merasa miris.sedih.hatiku bagai ditumpahkan cuka.

Bumbu yang asin:


Saya pada dasarnya suka asin, jadi mari berbincang asin sebelum bicara yang manis.karena dimanapun, manis sepertinya disukai dimana-mana.
sekarang sudah canggih, manusia sudah bisa buka youtube atau menggunakan google.kita bisa melihat hal-hal yang sangat jauh dari kita langsung dari kamar kita.
tapi ini adalah ini. dan saya berada dis'ini' sekarang.
lagi-lagi, tak henti-hentinya saya petik banyak hal disini..
okelah, kalau negeri ini individualis dan punya pajak yang tinggi. tapi disini kamu akan melihat bangunan yang tertata rapi, supir bus yang sangat bertanggung jawab, atau orang yang akan sekedar berkata 'how are u doin'?
saya sampai merasa 'gemes' melihat negeriku sendiri. tapi sebenarnya untuk mengubah, jawabannya pun klise. kembali lagi ke kesadaran warganya..kita bakal kembali lagi ke 'pendidikan'. ke 'self awarness'.
katakanlah kalau memang mereka kekurangan 'spriritual' (tak perlu ditanggapi bahwa saya menjustifikasi seenaknya). tapi mereka secara sosial sangat beradab.mereka tak sungkan-sungkan menahan pintu agar orang yang dibelakangnya bisa lewat, atau mereka bekerja dengan sangat professional. bahkan mereka mengadopsi ajaran agamaku dengan mengatakan 'blessing you' ketika saya bersin.
Cerita lain lagi ketika saya bertanya ke anak kecil yang ibunya orang indonesia dengan menanyakan tentang makanan yang tidak disentuhnya dengan mengatakan 'u don't like it?' dan kemudian secara mengejutkan (bagiku), dia menjawab,..'not for me'....saya kira kita semua sepakat kalau kata-kata yang diucapkannya tidak hanya menjawab pertanyaanku, tapi juga mengandung etika, tidak menyinggung bahkan sesuai dengan ajaran agama kita yang mengajarkan kita untuk selalu berkata yang baik-baik.

Bumbu yang manis:


Bumbu yang manis saya peroleh dari akumulasi bumbu yang pedas, hambar, pahit dan asin. walaupun harus begadang tuk kerja tugas setiap hari. tapi secara keseluruhan, disini manis. saya tidak hanya punya teman dari berbagai penjuru nusantara. tapi saya punya teman yang berbicara arab, kyrgist, cina, atau jepang. saya telah berada di ruang pesawat yang membawa waktu yang tak jelas,,,beberapa jam yang lalu baru subuh, tapi beberapa jam kemudian telah sore. saya berada di salah satu daerah dingin di negeri ini.saya ke best buy dan nonton play (opera).saya sholat magrib jam 8.30.saya makan banyak ice cream dan strawbery. saya pake ID Card yang bisa dipake makan dan masuk ke hall.pake koneksi internet yang sanagt cepat.berada dalam tabble manner yang beda, atau tradisi toilet yang beda.
saya ketemu muslim dari banyak negara.

Disini 'manis'.......

Kamis, 10 Juli 2008

APA YANG DIPEROLEH DARI BERITA KEMATIAN




Yang katanya sempurna karena akal budinya. Yang katanya sempurna karena sebaik-baik makhluk. Yang katanya (dan sebenarnya) bereksistensi karena diperintah untuk beribadah. Yang katanya selalu dualis, baik atau buruk.

Manusia. Alam ruh, dunia, alam kubur, alam barzah. Bagi yang sedang membaca ini, maka alam yang kedua adalah tempatnya. Tersusun secara rapi, takdir manusia memang tidak dapat diganggu gugat. Manusia ditempatkan di bumi. Bumi yang telah ditentukan baik buruknya. Bumi yang memediasi alam kedua maupun alam ketiga. Jika seseorang berpindah dari ranah kedua ke ranah ketiga, maka manusia yang lain bisa merasakannya. Manusia yang lain bisa merasa menang. Manusia yang lain bisa bersedu sedan. Manusia yang lain bisa menjerit histeris. Manusia yang lain bisa menjadi lebih arif. Manusia yang lain bisa lebih khusyuk dalam beribadah. Lebih paham dengan dosa dan amalannya. Lebih paham tentang takdir.

Semua akan menuju kesitu, karena hidup ini sentrifugal, bukan sentripetal. Hanya masalah waktu. Kita menabung usia kita pada celengan yang tidak elastis, tidak bisa ditawar-tawar dan ditambah volumenya. Dimana tiap anak manusia memiliki ukuran celengan sendiri-sendiri. Tapi kita terkadang lalai, selalu menabung, tanpa memperhatikan apa yang ditabungnya itu memang berharga sebagai modal yang akan dibawanya kelak, kurang, atau tidak sama sekali. Kita pada umumnya tidak sadar melihat apa yang kita tabung, dan berapa nominalnya dalam satu koin usia. Padahal ukuran celengan kita sendiri belum diketahui sama sekali. Karena celengan itu absurd.

Ketika kematian dekat dengan manusia, maka yang hadir adalah interpretasi beragam. Memang sudah ajalnya. Memang orang baik, jadi mati muda. Memang sudah tua. Memang orangnya yang cari mati. Memang orangnya yang tidak jaga kesehatan. Memang terlalu berbahaya jika orang itu masih hidup. Dan masih banyak memang memang yang lainnya. Ada saja pemikiran yang timbul. Ada saja hati nurani yang terketuk. Kematian menjadi pelajaran bagi sebagian yang lain. Karena hidup kadang mengaburkan pelajaran-pelajaran berharga yang seharusnya kita petik. Sedangkan kematian yang singkat bisa menjadi sangat berarti. Karena dia datang tanpa memperhatikan stratifikasi sosial, harta, waktu, kelompok, jumlah SKS yang telah diselesaikan, gelar, dosa, jenis kelamin, amalan, agama, dst dst. Kematian memberikan gambaran bahwa segala sesuatu pada akhirnya akan kembali kepada pemiliknya, melalui jalan yang tidak diduga-duga.

Menjadi buruh adalah proses. Menjadi rektor adalah proses. Menjadi ulama adalah proses. Menjadi mati juga adalah proses. Semua makhluk hidup akan mati. Dia itu bukan kemandekan dan bukan tahap menuju reinkarnasi. Karena dia jembatan menuju kekekalan. Mengingat peristiwa kemarin, ketika dua hal yang kontras terjadi. Ketika teman saya yang dipanggil ke pangkuan-Nya, dan ketika saya menghadiri pesta pernikahan teman saya pada hari yang bersamaan. Almarhum meninggal menuju ke kehidupan yang baru. Kedua mempelai juga menuju ke kehidupan yang baru. Semuanya adalah proses. Bedanya, ketika kita mati, kita tidak dapat berbuat amal-amal kebajikan lagi karena celengan kita telah penuh. Tidak ada lagi cengkrama, Stukom, diskusi, shalat, makan siang, atau pergi ke Malioboro. Almarhum dimandikan dengan air tawar, tidak mandi sendiri di air asin pantai Kuta. Tidur di dalam tanah, bukan diatas tempat tidur kapal Labobar. Tidak pula bertiga tetapi sendiri. Tetapi dia menjadi pelajaran berharga bagi kami yang masih hidup. Hidup dalam rel yang belum pasti menuntun kearah mana.

Hidup dan mati. Yin dan Yang. Baik dan buruk. Hitam dan putih. Harum dan busuk. Benci dan sayang. Semua akan dialami. Kematian adalah proses. Kematian itu transformasi. Kematian itu pelajaran. Kematian itu anomali.

Kugambarkan lukisan itu di kanvas yang tak bertuan, ya, karena saya melakukannya pada semua orang
Kulukiskan ruang waktu ini dalam bentuk yang absurd, dalam bentuk yang relatif
Adakah kematian dapat ditawar atau ditunda. Adakah kemungkinan saya hidup seribu tahun lagi.
Ataukah benar bahwa hidup ini hanya bagaikan kedipan mata.
Melalui belati ini banyak yang menggunakannya karena sudah muak.
Melalui samurai ini akan dilakukan hara-kiri demi kehormatan
Tetapi saya memilih untuk tinggal. Tinggal dan mengingat. Tinggal dan beribadah.
(teruntuk teman/sahabat yang telah menuju ke haribaan-Nya. Teruntuk satu tapi bermakna. Almarhum Ishak Umar)
Rabu 9 Juli, 2008

Selasa, 18 Desember 2007

lokal-global, sederhana-kompleks


saya memulai banyak hal tanpa perencanaan. belakangan, baru saya ketahui kalau semua ternyata telah terencana sedemikian rupa.mulai dari bilangan biner 0&1 yang ternyata mengendalikan hampir semua bentuk teknologi.keyboard yang kita tekan setiap hari ternyata menerjemahkan tindisan jari-jemari kita dengan dua bilangn itu. hal yang sangat sederhana, begitulah adanya. semua hal-hal yang kompleks bermula dari hal-hal yang sederhana. tapi itu bukan berarti saya lantas memercayai teori evolusi darwin. saya memercayai bahwa manusia berasal dari sperma, saya memercayai bahwa manusia berasal dari tanah dan kemudian ditiupkan roh kepadanya. tapi saya tidak bisa mengimani begitu saja bahwa asal makhluk ini berasal dari satu sel tunggal, yang berkembang sedemikian rupa menjadi sevariatif yang bisa kita saksikan hari ini.

itu menjadi kata pengantar bagi saya untuk memahami berbagai masalah dalam hidup ini. hukum sebab-akibat. terlalu banyak hal-hal transendental yang tidak bisa dijelaskan oleh alam pikiran dan logika manusia. mulai dari teori big bang yang prosesnya berkembang sedemikian rapi ,teratur, dan mengagumkan, teori garvitasi yang terbantahkan oleh adanya batu melayang, hingga teori memetika yang ternyata sudah dijelaskan beberapa abad yang lalu oleh agama Islam, agama yang mulia ini,bahwa jika engkau ingin menilai seseorang, maka lihatlah siapa yang menemani ia duduk (kurang lebih, begitulah redaksi kalimatnya). mungkin beberapa orang yang membaca kalimat terakhir itu menilai bahwa itu adalah unqualified assertion, pernyataan yang juga sangat superfisial. Tetapi ternyata, belakangan, itu dijelaskan oleh unit terminologi otak kita.bahwa kita memiliki 'meme' dalam otak yang dapat dengan mudah mereplika pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. dan saya rasa, filter yang cukup kuat bukanlah menjadi excuse bagi kita untuk menjadikan bahwa itu adalah bukan merupakan sebuah masalah. karena filter juga merupakan bentuk dari pengaruh bukan?

kesederhaan itu pula yang membuat saya percaya bahwa kita memang harus selalu bercermin pada diri kita. hal-hal yag kompleks dalam hidup, problematika, dan segala bentuk 'ketidaksukaan' sangat besar kemungkinan berasal dari dalam diri kita. hal-hal sederhana yang telah kita lakukan. tapi kita cenderung berkonsentrasi pada hal-hal yang kompleks,merasa cukup untuk melakukan perubahan yang besar.ketika beberapa hal mengalami stagnasi, maka beralihlah kita untuk menyalahi sesuatu atau seseorang. kita begitu rajin menyalahkan pemerintah,menyalahkan masyarakat, menyalahkan pendidikan, atau menyalahkan hal-hal yang belum tentu salah.

saya pernah membaca buletin yang di postkan teman saya di friendster saya, ketika dia mempublikasikan bahwa ia tidak menyukai hari senin.berawal dari 'kesialannya' kehilangan flash disk, yang menyebabkan ia akan mengalami masalah untuk melanjutkan ujian finalnya.mungkin secara tidak serius ia mempublikasikan buletinnya,mungkin itu hanyalah bentuk ekspresi dan emosi sesaatnya. tapi kembali lagi ke masalah memetika, dimana 'meme' manusia bisa mereplika pengaruh dari luar. bisa saja, 'secara tidak kebetulan' seseorang membacanya kemudian dia merefleksikan cerita itu kedalam dirinya, dimana secara tidak kebetulan pula, dia mengalami hal-hal yang tidak disukai yang terjadi pada hari senin. tentu saja,dengan dukungan 'meme', dia menjadikan itu sebagai pembenaran. dia justru tidak menyalahkan keteledorannya dalam menjaga properti miliknya. tidak melihat kedalam dirinya, tetapi langsung mencari objek untuk disalahkan. hal itu banyak berlaku pula pada penyalahan terhadap datangnya banjir tiap tahun, korupsi,kenaikan harga minyak bumi, kampus yang tidak berkualitas, atau ketidakputihan kulit kita yang menyebabkan kita kurang disukai oleh siapapun. kita lantas mencari-cari dan menerka-nerka.kita terkadang lupa bahwa kita memiliki 'aku'.bahwa kita yang mengendarai kedua kaki ini, dan menggerakkan kedua tangan ini. tapi saya kemudian memahami hal yang lain lagi. bahwa manusia memiliki sifat dasar untuk feel security, mencari rasa aman.

tapi mental untuk menyalahkan itulah yang banyak kita warisi dan mengalir di gen kita. saya kembali teringat pada perencanaan-perencanaan itu. mungkinkah saya bisa merencanakan untuk membuat orang lain membuang pewarisan sifat itu? jawabannya, pasti tidak.karena saya berencana terlalu besar. saya harus memulai dari diri sendiri.hal-hal sepele yang bisa saya jewantahkan. kita memiliki otak yang begitu mengagumkan. kita memiliki kesadaran, hati dan perasaaan. hal yang bahkan malaikat pun tidak memilikinya. maka benarlah pernyataan yang menyatakan bahwa manusia itu dikatakan sempurna karena ketidaksempurnaanya. karena ia pedang bermata ganda.

kita mewarisi sifat-sifat itu. hal itu menyadarkan saya untuk membuat silogisme ini:berawal dari rumit ke kompleks, dari lokal ke global.
akhir kata, manusia terkadang membutuhkan momen-momen pembebasan jiwa. pembebasan untuk terlepas dari dunia yang begitu mengekang ini.......!!!

Kamis, 01 November 2007

imagosentris

Imagosentris, begitu Dee memberi judul pada salah satu artikel di bloggernya. Dari kata image, Dee menggambarkan manusia sekarang yang terpusat pada image, pada citra. Kadang-kadang dia mengatakannya dengan ‘bedah citra’, dan yakinlah kalau kau tidak akan menemukan bentuk kata ini di kamus manapun. Pada masa ini, yang kata orang adalah zaman postmodernisme, segala hal berlaju dengan sangat cepat. Era informasi, komunikasi dan teknologi, telah mengantarkan pada babak baru era yang lainnya. Satu hal yang pasti yang diketahui sekarang, bahawa kita sedang menapaki era ekonomi budaya, bias dari era sebelumnya. Dimana fashion, seni, atau budaya itu sendiri berputar sebagai pilar ekonomi. Kita tidak tahu bahwa klimaks dunia ini akan seperti apa atau kapan terjadinya. Tapi kita bisa melihat kalau Armageddon, Deep Impact, kiamat Sudah Dekat, adalah bukti nyata bahwa manusia itu dengan cukup optimis mengimani bahwa kiamat benar akan datang. Entah laju era itu melaju bagaikan kurva parabola, fluktuatif, atau datar-datar saja. Tetapi yang bisa kita simpulkan bahwa laju image itu sendiri berjalan bagaikan kurva parabola. Terus menanjak dalam konotasi yang masih dipertanyakan, positif atau negatif.

Ada fir’aun yang mengukukuhkan imagenya sebagai penguasa dengan mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Ada kaum Jewish (Yahudi), yang memonopoli image bahwa mereka adalah bangsa terbaik, manusia terbaik. Karl Marx yang sosialis, Marlyn Monroe si ‘bom sex’, hingga duo Ratu yang harajukuis (begitu saya menamakannya). Dikalangan pemuda, lahirlah anak Punk sebagai potret image anti kemapanan, harajuku yang independen, Pemuda Pancasila yang nasionalis, atau Green Peace si pencinta alam. Masyarakat tradisional yang ingin dibilang ‘Dg.Haji”,Petta, Puang, priyayi, atau keturunan darah biru. Semua hal ini sah-sah saja, selama tidak menjadi hiperbolis memuakkan dan tidak mengganggu ketentraman orang lain. Di era ekonomi budaya ini, image telah terprogram dan terintegrasi dalam setiap processor kebanyakan manusia. Pertempuran informasi telah membuka glamournya dunia yang tak terhijab. Image yang diciptakan hanya sedikit yang berkaitan dengan integrasi ilmu, budi pekerti, atau integrasi-integrasi lainnya yang lebih urgen. Tetapi image yang dibangun kebanyakan oleh individu, tidak lebih pada sebatas performa, fashion. Sindrom raksasa ini mampu mengubah hampir semua perwajahan tempat-tempat umum menjadi karpet merah. Semua ingin menjadi seperti artis. Alih-alih menjadi manusia yang bijak dan cerdas dalam menentukan pilihan, yang ada adalah pola konsumerisme yang overdosis.

Berbicara tentang perwajahan akan sulit habisnya. Seperti kata dewi lestari,Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia. Image yang terus dibangun bahkan berdampak pada pengrusakan lingkungan dalam skala yang cukup besar, dan itu adalah pernyataan yang tidak berlebihan. Seperti wajah kota-kota modern yang dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan bermesin. Atas nama image dan modernisasi, orang-orang berlomba-lomba untuk mengunakan Jaguar mewah atau Ducati terkeren, tanpa pernah berpikir bahwa gas CO2 yang dilepaskan diudara, melahirkan badai El-Nino, tsunami, Katrina, musim panas terparah di Eropa sepanjang sejarah, rusaknya gletser, atau matinya beruang-beruang kutub karenya mencairnya es tempat kehidupan mereka. Isu pemanasan global bukan lagi sebuah hipotesis, tetapi sebuah fakta yang faktual. Tetapi tampil mentereng, memang lebih memuaskan manusia-manusia sebagai desire machine, daripada menghirup udara yang bersih dan segar. Mari kita sesekali bercermin pda Jepang, penyumbang polusi sedikit, tetapi tetap dalam wajah modernitas. Pajak kendaraan pribadi yang sangat tinggi menyebabkan masyarakatnya yang lebih memilih kendaraan umum. Love pedestrian. Mari kita mencintai jalan kaki. Saya pribadi, selalu menggunakan kendaraan pribadi dalam beraktivitas, karena jarak rumah yang cukup jauh. Tetapi saya dapat berkontribusi dengan berjanji untuk tidak sering keluar dengan menggunakan kendaraan, jika tujuannya bukan untuk hal-hal yang penting. Banyak cara yang bisa kita lakukan, seperti memilih sepeda,menanam pohon, menggunakan AC seperlunya, atau bahkan menggantinya dengan kipas angin. Tidak perlu menunggu pemerintah, tapi mulailah dari setiap individu.

Seperti bilangan kompleks. Bilangan real dan bilangan imajiner. Saya selalu mengasosiasikannya dengan pelaku image dan image itu sendiri. Akar (-1) adalah bilangan imajiner. Hasilnya sulit dideskripsikan tapi sebenarnya dia ada. Ketika bilangan ini berlipa-lipat, maka niscaya kita bisa melihatnya dalam bentuk real. Pakaian adalah bilangan real yang akan mengasilkan image (bilangan imajiner).ketika intensitas mengganti dan membeli pakaian-pakaian baru dilakukan atas nama selera dan nafsu, maka yakinlah kalau akan terjadi eksploitasi alam yang berlebihan. Hal yang tidak pernah dipikirkan oleh pelaku image tapi sebenarnya terjadi. Hasil dari perburuan ‘image’. Mari kita sejenak melepas ke-aku-an dalam diri kita. Tidak menjadi subjek tetapi objek. 0bjek yang kita sendiri dapat mengobservasinya. Objek yang menyadari penuh bahwa tidak hanya bilangan real yang ada, tetapi juga bilangan imajiner. Tidak mencoba untuk berburu image, tapi benar-benar melakukan perubahan fundamental konstruktif. Mari bersam kita cerdas.
Memet_buwaned@telkom.net

Rabu, 05 September 2007

ROMANTIS OVERDOSIS (dari filosofi kopi)

valentine's day menjadi acara yang begitu populer di zaman sekarang ini.establishment perayaaan ini telah beberapa kali terkonversi dari perayaan keagamaan hingga menjadi hari hari kasih sayang.berbagai macam simbol2 kemudian muncul untuk merepresentasikannya.mulai dari hal2 yang berwarna pink, bunga coklat,greeting card, bahkan sampai hubungan badan!!!! na'udzu billah min zdalik....orang2 terhanyut dalam perayaan ini yang mengatasnamakn cinta dan kasih sayang.penyambutannya bahkan jauh lebih hebat daripada penyambutan tahun baru hijriah.dimana kehidupan isalm sekarang??ROMANTIS OVEDOSIS,begitu kata dewi lestari.warna yang diberikan pada hari valentine sebenarnya tidak memiliki tendensi kasih sayang sama sekali,tapi justru lebih ke buaian suasana.komponen suasana itu sendiri dihinggapi oleh dua jenis makhluk, yaitu manusia dan setan.jadi kesimpulnnya,sesungguhnya manusia menjalani romantisme setan!!!!karena kita telah membiarkan diri kita untuk bekerja sama dengannya.mari kita mencoba menggali kembali makna kasih sayang.bukan kasih sayang karena ikut-ikutan..!!!