<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661</id><updated>2012-01-25T22:43:47.781-08:00</updated><title type='text'>Memetolicious-Mind</title><subtitle type='html'>This blog is merely a media to satiate my mind. I write, however,simply because I want to read it. Some people say "don't read, because it's useless; blog would not make you smart,because it's untrustworthy. You should read something that have many indexes on the last pages."They probably true, so that, it's up to you. I don't mean to distract any opinion as well as fact. Again, this simply aims to manifest my times, minds, point of views and my interest. Hopefully we can bail "something."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-4379653782869772964</id><published>2012-01-25T07:23:00.000-08:00</published><updated>2012-01-25T07:24:01.696-08:00</updated><title type='text'>Renungan Sepeda</title><content type='html'>Banyak orang yang bilang kalau tempat yang paling sering orang merenung adalah toilet. Sembari melakukan hajatan, kita kadang mengisi waktu dengan semedi. Ya, semedi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya lain lagi. Momen yang paling sering saya gunakan untuk merenung adalah ketika bersepeda. Itulah salah satu alasan mengapa saya suka bersepeda. Saya selalu bisa memperhatikan bahwa hidup ini memang benar-benar dinamis. Saya terbiasa melihat pemandangan yang kontras ketika bersepeda dan membuat saya benar-benar nyaman. Berjalan kaki terlalu lambat dan jarak tempuhnya pendek. Naik sepeda motor justru akan terlalu cepat. Dengan bersepeda, Saya selalu memperhatikan dan menjadi sadar kalo kita manusia sedang bergerak cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang sekali bersepeda di sekitar hertasning baru dekat rumah saya karena pemandangannya yang sudah saya sebutkan tadi, Kontras. Karena kawasan ini adalah kawasan yang sedang berkembang, maka kita akan menemui banyak bangunan baru dengan setting lahan sawah dibelakangnya. Kita akan menemui beberapa rumah panggung yang sudah lusuh diantara perumahan-perumahan kelas kakap dan kelas menengah. Efeknya benar-benar dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bersepeda, saya selalu berpikir, hanya dalam waktu kurang dari 5 tahun mulai dari pembuatan jalan raya, perubahan yang terjadi sudah seperti ini. Bagaimana dengan sepuluh tahun kedepan? apakah para petani disitu akan menjual semua lahannya kepada pihak yang membeli paling tinggi dan beralih mencari pekerjaan yang lain? Apakah semua pemandangan hijau yang hari demi harus mengalah dengan timbunan tanah dan akan berganti menjadi pemandangan rentetan bangunan-bangunan beton? Saya tak tahu, tapi saya punya kecurigaan besar dan sangat kuat akan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu heran dengan zaman informasi ini. Apakah informasi tentang banjir dan tanah longsor tidak cukup menjadi pelajaran bagi kita sekalian semua. Apakah sudah separah inikah kaum bermodal kita. Tak punya lagi empati dan simpati kepada alam. Apakah memang pemimpin kita akan terus-terusan menutup mata. Ada usaha-usaha yg biasa dilakukan pemerintah kita, tapi kebanyakan usaha-usaha yang minor. Katanya menanam seribu pohon, tapi. Ternyata tidak ada pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang telah ditanam. Semua terasa sebagai penuntasan agenda semata. Nah sekarang yang salah ini sebenarnya siapa? Informasi atau orangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuasia atas nama kepuasan tentu saja akan melakukan berbagai cara untuk memenuhi nafsunya. Eh maaf, maksud saya hanya sebagian manusia. Kita selalu melihat potensi ini. Potensi untuk tidak pernah puas. Akibatnya eksploitasi alam dibenarkan untuk pemenuhan hasrat-hasrat kita. Kita lupa membaca kitab-kitab suci kita yang mengatakan kalau telah terjadi kerusakan di laut dan di daratan akibat ulah manusia. Kita amat menghargai hak-hak kita sebagai manusia bahkan selalu over dosis dan kemudian melupakan kewajiban kita untuk menjaga alam. Atau kita melupakan hak alam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu ada yang baik dan ada yang jahat. Mengikuti manusia tidaklah disarankan, karena sudah dikatakan kalau manusia adalah makhluk yang pelupa. Beda dengan para nabi atau para bijak bestari yang juga manusia. Tapi bedanya, mereka manusia spesial. Manusia super. Manusia yang sudah multidimensi. Mereka selalu berguru dengan alam, dan tentu saja dengan wahyu-wahyu tuhan yang diturunkan kepada mereka. Mereka adalah manusia yang tangguh, yang kontras dengan manusia kebanyakan di sekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan akan menjadi sulit dengan lingkungan yang tidak mendukung. Orang bermodal tentu saja akan berkompetisi dengan sesama mereka, sesama pemodal. Para santri di suatu pondok pesantren biasanya akan berlomba-lomba dalam menghapal Alquran. Para artis tentu saja akan berlomba-lomba dalam tampil secantik dan seganteng mungkin. Seorang mahasiswi tidak akan terlalu pusing memikirkan tas Donini yang dipakai oleh seorang selebriti, karena ia tak bergaul dengan selebriti itu. Dia akan berkompetisi di lingkarannya. Jadi lingkungan tentu saja berpengaruh besar terhadap apa yang menjadi target kita. Apa yang menjadi cita-cita kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi, bersepeda disekitar rumah membuat saya selalu bisa melihat hamparan sawah yang hijau. Saya bahkan bisa melihat orang-orang menanam sawah dengan begitu rapih dan telatennya. Hijau itu memang baik. Hijau itu memang menyegarkan. Tugas sawah selalu sangat sederhana. Tumbuh berkembang menghijau, kemudian menguning dan menghasilkan padi. Membuat kita iri melihat sawah yang tak pernah iri melihat tetangganya, lingkungannya. Sangat beda dengan kita yang telah menjadi manusia-manusia administrasi, manusia-manusia birokrasi, manusia-manusia yang terikat dengan aturan-aturan formal. Tugas kita juga sangat kompleks karena ditambah beban posisi, harga diri, ingin dipuji orang dan hidup dalam persepsi orang lain. Tugas sawah sangat sederhana dan dia tak pernah melupakan tujuannya untuk apa dia hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain meratakan perut saya yang semakin buncit, saya juga dapat bonus merenung dari bersepeda. Dan saya sangat menikmatinya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Evernote saya yang kedua&lt;br /&gt;memetolicious.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-4379653782869772964?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/4379653782869772964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/4379653782869772964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2012/01/renungan-sepeda.html' title='Renungan Sepeda'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-4756466256840451509</id><published>2012-01-20T23:29:00.000-08:00</published><updated>2012-01-21T07:25:00.801-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Banyak Wanita yang Melepaskan Jilbab</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-YN45UXvbG3k/Txpot3LXg1I/AAAAAAAAADM/LcqIKzCr6B4/s1600/As_my_dreams_fade_away_by_FrozenStarRo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="188" width="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-YN45UXvbG3k/Txpot3LXg1I/AAAAAAAAADM/LcqIKzCr6B4/s200/As_my_dreams_fade_away_by_FrozenStarRo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa banyak wanita yang melepaskan jilbab? Ini mungkin pertanyaan yang biasa tersimpan di benak kita. Disini saya akan mencoba membahas masalah ini berdasarkan pengalaman saya dengan teman-teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dulu berkuliah di universitas muhammadiyah makassar. Dikampusku ini, setiap mahasiswinya diharuskan untuk mengenakan jilbab. Banyak yang memang sebelum masuk kampus sudah berjilbab, dan banyak juga yang tidak mengenakan jilbab sebelum masuk di Unismuh (Universitas Muhammadiyah Makassar). Untuk yang golongan kedua tadi, tidak mengherankan kalau pas ketemu diluar kampus, mereka akan berbusana tanpa jilbab mereka. Mereka selalu beralasan kalau mereka menggunakan jilbab di kampus untuk mematuhi peraturan semata, bukan keinginan sendiri. Tapi yang cukup memprihatinkan, biasanya perempuan yang memang telah mengenakan jilbab sebelum masuk kampus akan ikut-ikutan juga untuk berbusana tanpa jilbab ketika berada diluar kampus. Mereka ikut-ikutan dengan teman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan yang paling sering kita dengar ketika seseorang tidak berjilbab adalah bahwa mereka belum mendapatkan hidayah. Atau, katanya, mereka belum mendapatkan dorongan dari diri mereka sendiri. Pertanyaannya sekarang adalah apakah ada yang mengetahui kapan datangnya hidayah? Hidayah dalam agama adalah perkara yang gaib. Datangnya tidak dapat diantisipasi atau dikenali. Maka kalau anda berdalih menunggu hidayah, maka anda mengetahui perkara yang gaib, sedangkan perkara yang gaib itu bukan milik manusia. Kemudian mereka berdalih juga bahwa mengenakan jilbab itu harus datang dari keinginan diri sendiri. Disini kita harus kembali lagi melihat posisi kita sebagai hamba. Kita adalah makhluk yang hidup dalam sunnatullah, hidup dalam aturan-aturan. Sang Pencipta menyuruh kita untuk mengenakannya, maka kenakanlah. Apakah anda pernah ketika masuk sekolah mengatakan saya tak mau pakai seragam kalau itu bukan keinginan dari dalam diri saya sendiri. Saya tak mau mengenakan putih abu-abu, tapi saya mau mengenakan pink kuning untuk seragam saya dengan belahan dibagian dada???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang aneh-aneh. Biasanya datang dari kaum liberal. Katanya jilbab itu harus dikontekstualkan. Katanya, di arab memang banyak padang pasir atau badai pasir, jadi menutupi diri dengan jilbab adalah tindakan yang paling ideal. Orang-orang sempalan ini selalu melihat agama dari hawa nafsu mereka. kegemarannya adalah mengakal-akali agama. Modal mereka yang paling besar adalah retorika, bukan pemahaman mereka yang mendalam tentang agama. Mereka menentang para ulama yang memang hidupnya dicurahkan untuk mempelajari dan menyebarluaskan ajaran agama. Jadilah kita manusia yang hobi mencari-cari alasan ini bersepakat dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa banyak yang melepaskan jilbab setelah sebelumnya mereka mengenakan jilbab? Jawabannya adalah sederhana. Lingkungan mereka. Jika mereka bergaul dengan orang-orang yang memang tak paham agama tapi pintar beretorika, selalu bertanya-tanya hingga terkesan menyudutkan, maka kemungkinan besar sipengguna jilbab akan melepaskan jilbabnya. Orang-orang seperti ini memiliki filter yang tidak cukup dan kadang-kadang konyol. Konyolnya kenapa? Ketika seseorang menanyakan dia kenapa mengenakan jilbab, apa landasannya, apakah ilmu agamamu sudah bagus, terus dia tak bisa menjawabnya, maka dia langsung menyalahkan dirinya bahwa dia belum pantas mengenakan jilbab. Dia malah enggan untuk belajar lebih dalam tentang agamanya. Memangnya kamu akan tau apa itu agama dan aturan-aturannya ketika kamu tidak berusaha mencarinya? Apakah melepaskan jilbab lantas membuatmu lebih baik? Yang salah bukan jilbabnya, tapi cara berpikir anda. Apa salahnya jika sambil anda berjilbab, anda memperdalam ilmu agama anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang salah juga adalah kencenderungan kita untuk mencampuradukkan antara apa yang kita ketahui dengan apa yang tidak kita ketahui.  Atau mencampuradukkan hal-hal yang tidak berhubungan. "Perbaiki dulu akhlakmu, baru mengenakan jilbab", adalah kata-kata yang biasanya terlontar dari orang-orang jahil. Memangnya berhubungan ya? Jilbab itu kewajiban. Akhlak itu sesuatu yang harus ditingkatkan terus menerus. Lakukanlah kewajiban anda kemudian perbaiki kualitas diri anda. Yang namanya kewajiban, ya tidak boleh ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika saya juga sedang bersama-sama teman saya yang sudah cukup berumur. Seorang ibu-ibu saat itu kebetulan membawa anaknya yang sudah bersekolah di SMP dan mengenakan jilbab. Terus ada teman saya yang lain, seorang ibu juga dan juga mengenakan jilbab berkata "kok cepat sekali mengenakan jilbab? Kalo seumuran kamu tak apa-apa tak mengenakan jilbab. Kan masih anak-anak, nikmati dulu." ???? Bagiku, itu salah satu pernyataan yang paling bodoh sekaligus paling menyesatkan yang pernah kudengar. Anak itu tentu saja masih labil, dan info dungu seperti ini pasti akan memberi efek yang sangat besar bagi dia. Apalagi kata-kata itu terlontar dari mulut seorang yang mengenakan jilbab juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ucapan seorang ulama salaf, sekarang ini umat sedang diperhadapkan dengan perang ideologi. Oleh karena itu ambillah ilmu, tapi perhatikan sumbernya. Lakukanlah imitasi buat hal-hal yang memuliakan, bukan menjerumuskan. Yang tak kalah pentingnya juga adalah lingkungan anda. Sekuat apapun batu kalau terus-menerus ditempa dengan air hujan, maka akan bolong juga. Prinsip hidup ini selalu mengikuti logika hukum alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjilbab itu kewajiban. Menuntut ilmu itu kewajiban. Yang paling merugi adalah mereka yang sudah mengenakan jilbab kemudian melepaskannya. Biarlah kita bodoh, yang penting kita mau belajar. Jangan semakin membodohi diri sendiri dan mengikuti hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(catatan Evernote saya yang pertama)&lt;br /&gt;memetolicious.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-4756466256840451509?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/4756466256840451509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=4756466256840451509&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/4756466256840451509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/4756466256840451509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2012/01/mengapa-banyak-wanita-yang-melepaskan.html' title='Mengapa Banyak Wanita yang Melepaskan Jilbab'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YN45UXvbG3k/Txpot3LXg1I/AAAAAAAAADM/LcqIKzCr6B4/s72-c/As_my_dreams_fade_away_by_FrozenStarRo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-687670408777739738</id><published>2011-11-01T08:02:00.000-07:00</published><updated>2012-01-21T07:25:52.667-08:00</updated><title type='text'>Hidup Dalam Mediokritas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-AmAp77N3npE/TrAJFCASPfI/AAAAAAAAAC8/clze4oZn0Qs/s1600/mediocrity.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-AmAp77N3npE/TrAJFCASPfI/AAAAAAAAAC8/clze4oZn0Qs/s200/mediocrity.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mungkin amnesia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang di hari Jumat, pak ustad berceramah banyak tentang usaha-usaha manusia di muka bumi ini. Salah satu yang poin yang bisa saya notice adalah tentang penggunaan materi yang selama ini susah payah kita usahakan. Kata-katanya bagus sekali : harta adalah media untuk beribadah kepada-Nya. Satu lagi alarm kesadaranku yang tiba-tiba berdering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling susah bagi manusia seperti kita adalah karena manusia, seperti yang dikatakan dalam Al-Quran, adalah makhluk yang pelupa. Sungguh sangat susah untuk meresapi dan menghadirkan ajaran-ajaran yang telah kita ketahui ketika kita sedang beraktifitas. Saya mencari uang sebanyak-banyaknya dan tak pernah mengingat hakikat saya mencari uang. Padahal saya sudah berulang-ulang kali membaca ayat yang berarti:  “dan tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali hanyak untuk berib adah kepadaKu”. Nah, kesadaran akan ayat inilah yang sulit kita kunjungi kembali ketika sedang melakukan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu ketika saya sedang bersepeda di sekitar jalan Pettarani, saya tiba-tiba bertemu dengan kenalan ketika training pengajaran bahasa inggris untuk mahasiswa kebidanan. Dia seorang ‘kakak’ usia berkisaran tigapuluhan  yang selalu memanggil saya saya ‘dek’ dengan gerakan tangan yang selalu menyentuh lawan bicaranya ketika menyebut nama. Namanya kak Yusran. Dia seorang dosen di FKM Unhas dengan pendidikan terakhirnya yang diselesaikan di Belanda. Jika anda bertemu dengan orang ini, maka anda akan menangkap kesan orang yang mudah bergaul dan sangat rendah hati. Kak Yusran juga adalah tipe orang yang selalu memberikan motivasi kapanpun dia mempunyai kesempatan untuk melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berhubung kami sama-sama akrab dalam dunia pencarian beasiswa keluar negeri, jika ada kesempatan, maka kami pasti selalu menyinggung topik itu. Nah saat itu, kami sedang berbicara tentang beasiswa yang sedang saya usahakan. Saya bilang kalau beasiswa ini sayangnya non-degree, karena saya belum dapat untuk program master-nya. Si kak Yusran ini tiba-tiba melontarkan pertanyaan: apa tujuan manusia hidup? Saya spontan saja menjawab mendapatkan kebahagiaan. ‘Itu keliru’, kata kak Yusran menyanggah. Tujuan manusia hidup sebenarnya adalah untuk beribadah kepada-Nya. Dalam hati, saya berkata bahwa tujuan beribadah kan untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat. Lagipula, sebenarnya saya juga mau menjawab itu, tapi entah kenapa yang keluar dari mulut saya adalah hal yang lain. Tapi saya tidak melakukan pembelaan saat itu.Kak Yusran lantas melanjutkan nasihatnya. Mencari karunia Allah hanyalah sarana untuk beribadah kepada-Nya. Katanya, kalau saya mendapatkan beasiswa dan berangkat tahun depan, maka sesungguhnya itu adalah karunia-Nya, dan itu hanyalah sarana untuk beribadah kepada-Nya. Maka apapun karunia itu, saya harus syukuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dipikir-pikir lagi, ternyata saya amnesia di hampir segi aspek kehidupan saya. Saya belajar, sekolah dan ingin mendapatkan title professor, tapi saya lupa apa tujuan saya menuju kesana. Saya mencari derajat, status sosial, tapi lupa untuk siapa derajat saya nantinya saya ingin tunjukkan. Atau bahkan, derajat macam apa yang saya cari. Saya menjaga kesehatan, tapi saya lupa untuk apa kesehatan saya nantinya dipergunakan. Saya makan dan minum, tapi lupa untuk apa energi saya nanti gunakan. Jangan-jangan saya juga lupa untuk apa saya bernapas dan dari mana udara yang saya hirup? Oleh karena itu, mungkin disinilah pentingnya dzikrullah, mengingat Allah SWT. Tampaknya kita harus melakukan perulangan-perulangan dalam melakukannya agar benar-benar bisa melekat disetiap detak aktifitas kita.  Karena sekali lagi, kita adalah makhluk yang pelupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pulalah yang membawa pikiran saya untuk konsep hidup yang sedang-sedang saja. Berada ditengah-tengah, seperti agama ini. Mudah-mudahan saya mencari uang semata-mata sarana untuk beribadah kepada-Nya. Dengan begitu, saya tidak perlu untuk menjadi orang yang kaya sekali, tetapi tidak juga miskin. Ingatkah kita ketika Rosul di pagi hari menanyakan kepada Aisyah, apakah hari itu ada makanan atau tidak. Yang kemudian karena tidak ada, maka Rosul pada hari itu memutuskan untuk berpuasa. Padahal bukankah Rosul adalah seorang pedagang? Mudah-mudahan saya bisa menjaga kesehatan untuk beribadah, menyembah. Bukan menjaga kesehatan dengan olahraga yang berlebihan dan tujuan yang juga berlebihan. Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan status sosial di masyarakat, cukup dengan predikat ‘orang baik-baik’, sehingga saya tidak menjadi orang ambisius dalam memperoleh jabatan atau kedudukan. Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan, untuk kemaslahatan ummat. Bukan ilmu yang sifatnya remeh temeh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah doa-doa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia menawarkan banyak hal yang terus berkembang. Pilihan akan  menjadi  tak terbatas. Hidup di area yang tengah-tengah tampaknya menjadi pilihan yang terbaik. Sampai kapan dan sampai kemana kita untuk menjadi unggul di antara manusia-manusia yang lain? Oleh karena itu, di hidup yang pendek ini, kita sebenarnya sedang diuji untuk memilah-milah hal yang substansial. Pilihlah ilmu yang akan bermanfaat sebagai karir dan juga akhirat anda. Hiduplah dengan berkrompomi dengan masyarakat sosial anda. Lakukanlah aktifitas yang bukan menurut anda benar dan menyenangkan, tapi carilah teladan dan bentuk diri anda. Cari lingkungan yang terbaik bagi anda. Posisikan diri kita di tengah-tengah. Jadilah orang yang selektif dalam mencari ilmu, seperti ucapan salah seorang ulama salaf yang mengatakan: di dunia ini banyak sekali ilmu. Maka pelajarilah ilmu yang akan membawa ke kebahagiaan yang kekal dan menjadi penyelamat bagi kita. Karena ketidakhadiran ilmu akan bermuara pada malapetaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang yang harus dilakukan dalam hidup adalah banyak bersabar dan pandai-pandai bersyukur. Kemaksiatan akan teratasi jika kita termasuk orang yang sabar dalam melakukan kemaksiatan. Kita harus percaya kalau kesabaran kita untuk tidak berbuat buruk akan mendapatkan reward nantinya. Melihat tetangga yang lebih subur rumputnya akan bisa teratasi dengan bersabar. Sabar akan membuat kita tidak amnesia. Syukur juga akan membuat kita tidak amnesia. Tapi yang paling penting dari semua ini adalah ilmu. Ilmu akan benar-benar menjaga kita untuk tetap di koridor yang sesuai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memetolicious.blogspot.com&lt;br /&gt;FB: Muhalim Dijes&lt;br /&gt;Twitter: @memetolicious&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-687670408777739738?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/687670408777739738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=687670408777739738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/687670408777739738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/687670408777739738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2011/11/hidup-dalam-mediokritas.html' title='Hidup Dalam Mediokritas'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-AmAp77N3npE/TrAJFCASPfI/AAAAAAAAAC8/clze4oZn0Qs/s72-c/mediocrity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-3206096864820213735</id><published>2011-10-18T09:52:00.000-07:00</published><updated>2012-01-21T07:29:54.869-08:00</updated><title type='text'>Islam Dalam Perspektif Amerika Serikat dan Posisi Indonesia (Refleksi terhadap Seminar Internasional UNM, Kamis 6 Oktober 2011)</title><content type='html'>Perkembangan Islam secara mengejutkan berkembang sebanyak 4 kali lipat pasca peristiwa 9/11 di Amerika Serikat. Hal ini dikemukakan oleh imam Shamsi Ali, chairman of moslem foundation of America, di acara seminar Internasional yang diselenggarakan oleh UNM dan berlangsung pada 6 Oktober 2011 di hotel Santika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah imam Shamsi Ali sehingga dianggap patut merepresentasikan pandangan-pandangan Islam di Amerika Serikat? Pertama kali saya tahu tentang beliau adalah ketika saya sedang berada di Syracuse, US bersama teman-teman saya di tahun 2009. Tiga dari teman saya bersepuluh menyempatkan diri berjalan-jalan ke NYC pada waktu itu dan yang menemani mereka selama disana adalah imam Ali. Beliau menjemput, memberikan tempat tinggal bahkan mengajak mereka berjalan-jalan. Salah seorang teman saya Donal Fariz, menceritakan kesannya yang sangat positif dan mendalam tentang beliau. Beliau saat itu sudah menjabat imam besar New York dan ditahun yang sama mendapatkan penghargaan Ellies Island Medal of Honor Award, sebuah penghargaan bergengsi dan tertinggi bagi imigran yang berkontribusi terhadap masyarakat Amerika dan dunia. Tapi apa yang dilakukan imam Ali sangat jauh dari kesan orang yang besar yang berjarak. Beliau adalah orang yang sangat egaliter dan tawadhu. Karena ide-ide dan kemampuan menyampaikan gagasannya, bisa dibilang kalo imam Ali adalah tokoh Islam paling berpengaruh di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamophobia yang selama ini didengung-dengungkan di media menurut imam Ali tidak sepenuhnya benar. Setelah peristiwa 9/11, banyak orang-orang yang tertarik untuk mengetahui segala sesuatu tentang Islam yang pada akhirnya membawa mereka sebagai pemeluk-pemeluk baru Islam. Kaum Yahudi yang terkenal karena lobi-lobinya yang menguasai ekonomi dan kebijakan politik Amerika, disisi lain memiliki tokoh-tokoh yang sangat toleran terhadap Islam. Ketika Islam sedang terjatuh, mereka (para rabbi yahudi) mengatakan bahwa we are / I am now the part of moslem. Dan tentu saja Islam menerima segala keterbukaan ini. Seperti prinsipnya, sesungguhnya agama ini menyeru kita kepada mutual benefit, hubungan yang saling menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Islam Menurut Pandangan Amerika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya ketakutan terhadap Islam setelah nine eleven memang tak bisa dipungkiri. Para pemateri seminar yang terdiri dari para akademisi dan juga Akbar faizal (anggota DPR RI), pada kesempatannya menceritakan tentang susahnya pengurusan visa ke US. bahkan tak sedikit masyarakat yang tak bisa mendapatkan visa. Belum lagi dengan penjagaan bandara-bandara dan bangunan-bangunan penting di US yang begitu ketat. Ini adalah cerita klasik yang biasa kita dengar bagi orang-orang yang pernah mengunjungi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri pernah mengalami secondary inspection waktu melakukan entry point di bandara Chicago pada saat itu yang memakan waktu yang cukup lama. Hal ini menyebabkan saya harus menunggu untuk penerbangan berikutnya. Secondary inspection umumnya jamak dijumpai bagi mereka yang memiliki nama muslim, atau mereka yang berasal dari negara yang umumnya berpenduduk muslim. Tetapi belakangan kebijakan ini diubah.Setelah penangkapan Osama bin Laden, mantan pemimpin Al-Qaeda yang dianggap sebagai musuh Amerika nomer satu, kebijakan secondary inspection kemudian dihentikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akbar faizal pada acara diskusi sempat merasa heran dengan fakta-fakta yang disajikan oleh Imam Ali bahwa kejadian 9/11 selain membuka kotak pandora sesungguhnya membawa hikmah yang banyak bagi Islam. Akbar mengatakan bahwa data-data selama ini yang diperolehnya justru kontra. Menurut research yang beliau baca, justru banyak orang Amerika yang mengatakan bahwa Islam adalah agama yang tidak terlalu baik, bahkan tidak baik sama sekali. Muncul antipati yang besar di tengah-tengah masyarakat Amerika. Tetapi yang dialami dan diketahui oleh Iman Ali justru berbeda dan sulit diprediksi sebelumnya. Katanya, setelah kejadian itu, masyarakat justru berbondong-bondong untuk mencari tahu tentang Islam. Dari semua orang yang belajar dan berdiskusi dengan Shamsi Ali, sekitar 90% yang justru mengkorversi agama mereka ke Islam. Sebuah angka yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu isu yang pernah menghangat di Amerika adalah pembangunan mesjid yang hanya berjarak dua blok dari ground zero. Dibalik resistensi yang kita dengar dengar cukup hebat bagi publik Amerika, sesungguhnya menyimpan cerita lain dibaliknya. Imam Ali menceritakan, begitu besarnya dukungan dari orang-orang yahudi dan kristiani yang membantu aksi lapangan untuk menuntut direalisasikannya pembangunan mesjid tersebut. Beliau bahkan sempat menanyakan mengapa gubernur New York yang seorang yahudi begitu mendukungnya. Dan apa jawaban yang imam Ali dapatkan? I am not defending you, but I am defending my country. Tampaknya gubernur tersebut dan juga banyak orang lainnya sadar bahwa Amerika dibangun diatas pluralitas dan kebebasan. Bukan diatas kepentingan yang memihak pihak-pihak tertentu semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi adalah orang yang sempat melihat langsung pandangan masyarakat Amerika yang menurut kecurigaan kita berbeda sebelumnya. Saat itu setelah selesai solat jumat di Islamic Center di Syracuse, kami didatangi dan diajak oleh orang yang ingin berunjuk rasa berkaitan dengan serangan Gaza di Palestina pada saat itu. Dan tahukah anda bahwa  gerakan itu melibatkan semua orang dari berbagai agama, baik itu Yahudi, Kristen maupun Islam. Orang-orang yahudi mengatakan bahwa mereka memang Yahudi, tetapi mereka sangat menentang kebijakan negara Israel yang menyerang perbatasan Gaza semena-mena. Inilah sisi yang banyak tidak kita lihat jika kita tidak mengalami dan merasakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, harus diakui bahwa ada beberapa kebijakan Amerika yang melukai masyarakat Islam. Sebagai contoh, tidak setujunya Amerika yang memiliki hak veto dalam PBB berkaitan dengan kedaulatan Palestina beberapa waktu yang lalu menyebabkan tak sedikit dari kita berang. Inilah yang sebenarnya sedang diusahakan oleh imam Ali dan pemuka-pemuka agam Islam lainnya untuk membangun komunikasi dengan orang-orang yahudi. Karena kendali Yahudi di Amerika sangat mighty, maka usaha yang paling rasional adalah mendekati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain sisi, maraknya aksi kekerasan oleh orang-orang yang mengatakan diri mereka muslim menjadi salah satu penghambat besar bagi penetrasi Islam dan restorasi citra Islam. Banyak video-video yang dikonsumsi oleh publik Amerika yang menggambarkan aksi kekerasan yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Inilah yang menjadi PR besar bagi kaum muslim di sana untuk menjelaskan bahwa apa yang mereka lihat itu tentu saja tidak mewakili. Mereka adalah kelompok sempalan yang menginterpretasikan agama seenaknya secara parsial. Oleh karena itu, dalam memandang agama ini haruslah secara komprehensif dan tidak berdasarkan asumsi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Posisi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar dan negara demokrasi terbesar ketiga setelah India dan Amerika. Tetapi apa yang bisa dilakukan dengan status ini? Jawabannya adalah ternyata tidak banyak yang bisa kita lakukan. &lt;br /&gt;Sejauh ini, Indonesia masih bergelut dengan isu intoleransi beragama yang terjadi dimana-mana. Kasus bom di solo dan kasus pemboman sebelumnya tidak bisa dilepaskan dari citra Islam. Oknum-oknum ini yang membawa dalil dan bendera agama Islam mau tidak mau menciptakan pencitraan yang buruk. Walaupun kita tahu bersama bahwa Islam adalah sama sekali bukan agama yang membawa pedang dalam berda’wah. Islam bukanlah agama yang memaksakan ideologi atau ajaran-ajarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini indonesia masih berupaya untuk memberantas kelompok radikal yang kerap menciptakan teror di masyarakat. Hal ini tentu saja seiring sejalan dengan misi Amerika Serikat. Bentuk konkrit dari pemberantasan ini dapat kita lihat dengan dibuatnya RUU Intelejen. Upaya untuk meminimalisir aksi terorisme di indonesia masih mangalami kendala diberbagai sektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis, salah satu yang paling mungkin dilakukan untuk berpartisipasi aktif adalah dengan berpenetrasi ke ranah pendidikan di Amerika. Sebagai contoh, banyak Asian Studies di universitas-universitas di Amerika yang bisa digarap dan dijalin kerjasamanya dengan pemerintah Indonesia. Indonesia bisa mengirimkan para moslem scholars ke universitas-universitas di Amerika, mengajarkan kebudayaan indonesia, dan tentu saja mengenalkan Islam kepada mahasiswa-mahasiswa. Kampus adalah merupakan tempat yang paling tepat untuk  memberikan pengajaran dan pemahaman.&lt;br /&gt;Indonesia sebagai bangsa tampaknya masih agak sulit untuk memberikan pengetahuan ke publik Amerika bahwa Islam datang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Secara konkrit, yang bisa dilakukan adalah individu-individu muslim dimanapun berada, khususnya di Indonesia. Imam Shamsi Ali dengan ke-tawhadu-an, kedalaman ilmu dan kemampuannya untuk berkomunikasi secara akomodatif adalah merupakan contoh konkrit kontribusi seorang anak bangsa. Imam kelahiran Kajang ini telah dan sedang berpartisipasi aktif bagi kemajuan muslim di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebaiknya tidak terlena dengan label demokrasi dan muslim terbesar kita, karena yang dibutuhkan adalah tindakan nyata. Sudah menjadi kewajiban kita bagi setiap muslim untuk belajar tentang Islam. Pelajaran ini tentu saja kemudian harus dijewantahkan dalam bentuk akhlak. Dengan begitu, tentu saja diharapkan banyak masyarakat Amerika yang melihat Shamsi Ali Shamsi Ali yang berikutnya yang membawa wajah Islam yang sebenarnya dan memperbaiki perspektif masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-3206096864820213735?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/3206096864820213735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=3206096864820213735&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/3206096864820213735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/3206096864820213735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2011/10/islam-dalam-perspektif-amerika-serikat.html' title='Islam Dalam Perspektif Amerika Serikat dan Posisi Indonesia (Refleksi terhadap Seminar Internasional UNM, Kamis 6 Oktober 2011)'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-2422872387311546569</id><published>2011-09-11T08:43:00.000-07:00</published><updated>2012-01-21T07:28:27.277-08:00</updated><title type='text'>9/11 : Opening Up Pandora’s Box</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Vtlr7h6poyI/TmzeHJFxv1I/AAAAAAAAACc/VM3BpC4dAys/s1600/pandora.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Vtlr7h6poyI/TmzeHJFxv1I/AAAAAAAAACc/VM3BpC4dAys/s200/pandora.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651135846723731282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The attacks of 9/11 has spawned tremendous aftermath.  It takes a very long period for the people in the Unites States to get recovery from the massive shock. America, which has become the most powerful  country for decades , was discredited by its failure of guarding its supremacy. It was because the terrorist said to be success to demolish two important buildings; WTO-the symbol of economic power of America and Pentagon-the symbol  of national defense of America. Thus, none has ever predicted if this invasion could ever be executed. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aftermath&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qaeda who admitted its involvement in that one of the horrible moments for American people in particular, and even for world people, has become  the most targeted terrorist organization from the time that attack happened. Since the attack, America began ‘War on Terror’ where impinging many aspecs of securitiy issues. The policies are immediately created to tighten surveillance. Not only a strong security, but USA also agressively invaded Afganistan as a breeding place of terrorists and Iran under suspicion of nuclear weapon possession. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The other policiy , for instance, is secondary inspection in all international airports in America. If you have a moslem-sound name, or you come from a country where moslem is majority, it is most likely you will be included on that inspection. Likewise, it will not easy for those moslems people to get visa to go to USA if they have that sort of name. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The (Probable) Hidden Truths&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama said, after the successsful arresting operation of Osama bin Laden, America becomes stronger and on the contrary, the Alqaeda’s party is weaker. The arrest of Osama, however, arouse speculation among people. The death body of Osama was never showed in front of public and media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The incredulity of most American’s terror-related actions has grown since the attack. The existence of Alqaeda even for some people is still questioned. It is only a ruse of America government to get scape goat blamed on. Furthermore and probably the worst deception if it is true, Some people believe if the 9/11 attack is the design of USA itself. Some scientists believe if the destruction on the buildings could only happen if there are severeal bombs that are prepared beforehand. The fire and the explosion could not occur if it was merely caused by the crashed planes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The further question that can arouse is, where were the 4000 Jew descendants who were working there at the time? All them just suddenly dissapeared before the attack. Does it make a sense if coincidentally all jew descendants are absent at the same time when attack happened? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pandora’s Box&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It has been ten years after September 9 making horrendous reaction towards people on the world. 9/11 has opened up pandora’s box in multifaceted aspects. Inevitably, one of the most wretched victims is Islam. Islamophobia has grown due to the invasion of 9/11. Many people misinterpret the teachings of Islam afterward. Many people suddenly made an oversimplification if Islam is a violent religion. Moslems are viewed scornfully and always be suspected whetever they go. Quran as a holy kitab is said to be an evil book and should be demolished. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moreover, this occasion was used by America and several European countries to made invasion over Irak’s  government with nuclear weapon as a center reason, which,of course was eventually not proven at all. Again, they also sent their troops to Afganistan by means of security reason. These all reactions as traumatic responses, on the contrary just creating antipathy instead of sympathy  over America and its allies. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are so many agendas should be accomplished to straighten all deviations caused by 9/11. Moslems have to restore Islam’s image as a peacefull and blessed religion. On the other hand, America also should recover all destruction that they has made. America has to be responsible with all military actions and quickly take away every single concealed political and economic interest with ‘War on Terror’ as a reason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memeto Chocolatos&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 9/11/11&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-2422872387311546569?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/2422872387311546569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=2422872387311546569&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/2422872387311546569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/2422872387311546569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2011/09/911-opening-up-pandoras-box.html' title='9/11 : Opening Up Pandora’s Box'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Vtlr7h6poyI/TmzeHJFxv1I/AAAAAAAAACc/VM3BpC4dAys/s72-c/pandora.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-7831623918799883057</id><published>2011-06-17T07:38:00.001-07:00</published><updated>2012-01-21T07:27:00.344-08:00</updated><title type='text'>Apa yang Bisa Dipelajari dari Kelas-Kelas di Sekolah Informal</title><content type='html'>Semua harus hidup dalam tata krama suatu siklus. Tata krama–tata krama menjadi pedoman dalam wilayahnya masing-masing dan menjadi arus utama. Dia menjadi penting, dan sadar atau tidak sadar, selalu dinggap sebagai suatu kepemilikan bagi orang-orang yang yang hidup didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita bersepakat kalau pendidikan adalah sebuah siklus. Di Negara kita, tata krama dunia pendidikan secara konsep disusun dengan begitu tangguhnya dengan revisi-revisi yang terus diremajakan secara reguler. Semuanya melibatkan pakar, semuanya melibatkan orang-orang terdidik. Pada level ini, semua sistem dan materi yang diatur, secara komprehensif bersifat definitif. Dengan berbekal analisis dari penemuan sebelumnya yang dijadikan acuan dasar kemudian ditarik satu garis paralel untuk menentukan kebijakan pendidikan untuk tahun-tahun mendatang. Kebijakan ini yang mengatur keseluruhan tata cara penerjemahan konsep ke wilayah pengeksekusian proses didik mendidik yang berada dalam sebuah siklus yang selanjutnya menjadi kepemilikan pelaksana pendidikan: guru dan fasilitator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dimiliki? Karena batasan untuk berimprovisasi ambigu, sedangkan batasan untuk berpedoman sangat jelas tertuang. Wilayah ini bukan hanya berada pada cara mengajar, tetapi juga mencakup semua hal-hal yang sifatnya teknis yang seringkali menuntut keseragaman. Sebagai contoh, penyeragaman waktu belajar yang tak ada tawar menawar. Semua telah teragenda dengan begitu padat sehingga materi yang berpotensi untuk dikembangkan atau kemampuan siswa yang berpotensi untuk dikembangkan dibatasi ruang geraknya. Dalam prakteknya di lapangan, tenaga pengajar akui atau tidak diakui sangat berpedoman dengan rancangan produk pemerintah. Padahal merekalah yang sesungguhnya memahami murid, memahami socio-kultur lingkungan belajar. Contoh yang lain adalah mengenai sistem yang menjadikan semua yang terlibat dalam dunia pendidikan menjadi mesin-mesin administratif. Sebagai contoh, sebuah sekolah atau kampus yang ingin memberikan pencitraan yang baik akan sangat sibuk berkutat dengan hal-hal administratif yang dipersyaratkan oleh birokrasi. Akreditasi sebuah sekolah dalam laporannya akan memberikan data-data tenaga pengajar yang tampaknya diatas kertas sangat menjanjikan sehingga tim assessor tampaknya akan sangat bodoh jika meragukan kualitas sekolah yang bersangkutan. Dalam prakteknya, telah menjadi rahasia umum, bahwa ternyata kebanyakan data-data yang diserahkan tersebut adalah merupakan laporan fiktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang kurang tepat dalam hal ini bukan semata-mata sistem itu sendiri. Tapi sebenarnya masalahnya berakar pada pengawalan dari sistemnya. Tenaga pengajar yang benar-benar berdedikasi penuh dengan profesinya akan memanifestasikan seluruh kemampuan dan kesediaannya untuk perkembangan peserta didik. Seyogyanya penerjemahan kurikulum tidak seharusnya sekaku yang kita lihat pada hari ini. Banyak target yang ingin dicapai sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tetapi pendidik selalu menerapkan standar ganda yang kadang merugikan peserta didik. Untuk keperluan administratif, mereka membuat RPP sesuai dengan interpretasi mereka dengan pengeditan seperlunya terhadap rancangan yang sudah ada. Pada prakteknya di lapangan, apa yang dituliskan ternyata tidak dilakukan dengan sebenar-benarnya. Guru dan para dosen hanya mengikuti materi yang telah dirangkum oleh buku-buku teks. Pelaksanaan ini sungguh jauh dari harapan proses pembelajaran yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pare: Sebuah Perkampungan Bahasa Inggris atau SMART yang Membuat Orang-orang Merasa Tampak Bodoh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Januari – Februari kemarin, saya menyempatkan diri ijin dari tempat mengajar saya dan berangkat ke Kabupaten Kediri, Jawa Timur tuk memperdalam Bahasa Inggris di sebuah perkampungan yang berada di Kecamatan Pare. Perkampungan ini selama berpuluh tahun telah menjadi tempat untuk mempelajari bahasa Inggris bagi orang-orang yang berasal dari banyak daerah di Indonesia. Bahkan dalam perkembangannya, peminat orang-orang yang kursus sekarang tidak hanya berasal dari pulau-pulau di Indonesia. Beberapa peminat bahasa Inggris yang berasal dari Negara tetangga Malaysia juga tercatat di beberapa tempat kursus. Dalam satu kecamatan tersebut terdapat dua ratusan lebih tempat kursus yang teridentifikasi dan mendapatkan persetujuan pengelolaan dari Dinas Pendidikan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pare adalah tempat yang benar-benar terkonsentrasi untuk memperdalam bahasa Inggris. Walaupun ada satu atau dua tempat kursus bahasa asing lainnya seperti Korea, Jepang hingga Mandarin, tetapi sampai sejauh ini, para pendatang yang datang untuk belajar hanya mengetahui bahwa Pare = Inggris. Kadang saya melakukan survey kecil-kecilan dan menayakan apa yang sesungguhnya memotivasi teman-teman yang menuntut ilmu disana untuk memilih Pare. Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa, yang praktis telah belajar Bahasa Inggris minimal 6 tahun di bangku-bangku sekolah. Jika ada yg mulai belajar dari sekolah dasar, berarti total waktu yang dihabiskan adalah selama 12 tahun. Jawaban mereka umumnya mirip-mirip. Mereka butuh keahlian berbahasa Inggris untuk menunjang karir mereka, atau mereka ingin melanjutkan studi mereka di luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari latar belakang pendidikan, saya sendiri adalah seorang sarjana Pendidiakn Bahasa Inggris yang berhubungan dengan bahasa ini selama 4 tahun di bangku kuliah. Ditambah lagi, saya juga sempat mengenyam kursus Bahasa Inggris singkat selama 2 bulan di Amerika Serikat yang dibiayai sepenuhnya oleh pemerintas US. Banyak orang yang menanyakan tujuan saya berangkat kesana dengan pertanyaan yang serupa “memangnya selama ini belum cukup?”. Saat itu saya tidak mempunyai jawaban yang benar-benar meyakinkan bagi setiap orang yang bertanya. Saya selalu mempunyai alasan (excuse) dengan mengatakan bahwa yang akan saya pelajari disana beda, dan saya memang membutuhkan suasana yang kondusif untuk belajar disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMART adalah satu dari sekian banyak tempat kursus di Pare yang melegenda disana. Ketika baru tiba disana dan saya menanyakan ke teman-teman yang telah berada disana sebelumnya tentang tempat yang kira-kira cocok untuk saya belajar TOEFL, mereka umumnya merekomendasikan SMART. Tetapi tanpa melebih-lebihkan, mereka berkata, kalau saya sampai lulus untuk memasuki kelas TOEFL tersebut, maka berarti saya akan menjadi pemegang rekor untuk orang yang bisa lulus di kelas tersebut tanpa melalui kelas-kelas mereka sebelumnya. Di SMART, untuk kelas grammar (TOEFL berada di kelas grammar), ada enam level yang berada dibawah level TOEFL itu sendiri : basic, elementary, pre-intermediate, intermediate, high-class, dan pre-TOEFL. Setiap level, kecuali basic, mengharuskan bagi calon pendaftarnya untuk mengikuti tes. Jika seseorang telah lulus di level pre-intermediate (dimana banyak orang menganggapnya level yang cukup sulit), lantas tidak menjadi jaminan baginya untuk secara otomatis bisa memasuki level intermediate. Mulai dari level intermediate, 3-5 orang peserta kursus sudah dianggap banyak, karena seleksi masuk ke tiap level begitu ketat. Jika ada yang tidak lolos pada suatu level, biasanya mereka untuk sementara waktu mendaftar kursus di tempat lain dan mendaftar kembali pada periode selanjutnya. Tidak berlebihan dikatakan kalau banyak orang yang berlama-lama di Pare hanya karena ingin lolos masuk dan belajar di SMART. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri pada awal mulanya merasa terpecundangi. Karena merasa telah dari Amerika, sudah memiliki nilai TOEFL yang cukup lumayan, serta IPK yang cukup tinggi ketika kuliah dulu, maka dengan optimisnya saya berkesimpulan kalau saya bisa lulus tes untuk kelas tersebut. Untuk bisa lulus, nilai ujian minimum (bukan skor TOEFL) adalah 470, sedangkan nilai saya saat itu adalah 440. Runtuh sudah semua tembok kebanggaan diri saya saat itu. Saya menjadi tampak pandir dihadapan tembok bangunan SMART yang hanya terbuat dari anyaman. Memang secara fisik, SMART adalah tempat kursus yang tampak lusuh. Bangunan seadanya, proses belajar mengajar yang bisa berlangsung dimana saja terutamanya dibawah pohon serta pengajar yang mengajar dengan menggunakan sarung adalah pemandangan yang lazim yang akan didapatkan disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama seminggu, sambil kursus di tempat lain, saya belajar terus untuk ujian remedy berikutnya sebagai ujian kompensasi bagi pendaftar yang tidak lulus. SMART mengetahui kalau ujian mereka begitu selektif sehingga mereka memberi keringanan untuk memberikan kesempatan mengulang di minggu berikutnya. Setelah belajar yang cukup intens, pada kali keduanya saya berhasil lulus dengan selisih tipis sebanyak sepuluh dari standar yang ditetapkan. Pendaftar untuk kelas ini adalah 2 orang, dan saya menjadi satu-satunya peserta yang lulus untuk periode saat itu. Disana, berapapun yang lulus masuk untuk level tertentu, akan diajar dengan sepenuh hati. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan tempat-tempat kursus lain di Pare yang menetapkan rata-rata minimum 7 orang peserta kursus per levelnya. SMART adalah merupakan tempat pendidikan yang paling mengutamakan “prinsip-prinsip pendidikan yang sesungguhnya” yang pernah saya ketahui. Sampai sekarang saya masih tidak mengerti tentang hitung-hitungan profit yang mereka peroleh. Untuk kelas saya sendiri, ada 3 orang pengajar yang berbeda-beda untuk tiap skill: listening, structure &amp; written expression dan reading. Kursus saya selama sebulan disana hanya seharga Rp. 185.000 dengan 3 kali pertemuan setiap harinya, mulai dari hari senin sampai sabtu dan tiap pertemuannya berlangsung selama satu setengah jam. Jadi kalau dihitung harga untuk tiap pertemuan satu setengah jamnya berkisar Rp. 2.500. Adalah hal yang wajar kalau sampai sekarang ini bangunannya dibangun ala kadarnya dan baju yang dikenakan pengajarnya hanya itu-itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama belajar disana, saya memperoleh ilmu yang banyak sekali. Setiap materi disiapkan dengan begitu matangnya dan saya tidak bisa lebih menekankan lagi untuk mengatakan kalau ilmu yang dimiliki pengajarnya sangatlah luas. Setiap kasus untuk soal yang dibahas dijelaskan permasalahnnya dan bahkan sumber acuannya dijelaskan secara mendetail hingga halaman referensinya. Para pengajarnya tidak membawa buku. Tetapi setiap materi akan dibahas sampai ke akar-akarnya dengan tetap menjunjung tinggi rasa tanggung jawab terhadap keilmuan mereka. Sebuah pemandangan yang jarang ditemui di kelas-kelas formal, dimana guru mengajar dengan hanya memberikan tugas dari buku-buku. Di SMART, mereka mempunyai sistem pembelajaran tersendiri dalam artian, pemberian materi dengan gaya mereka sendiri. Setiap materi selalu diterjemahkan kedalam bentuk bagan-bagan. Pelajaran bahasa Inggris akan tampak sebagai pelajaran hitung-hitungan, rumit, tapi anehnya disukai dan dianggap menantang. Tim pengajar disana betul-betul dituntut untuk memahami materi yang akan diajarkan. Tempat ini mempunyai cara yang unik untuk menginterpretasikan materi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping hal-hal telah disebutkan diatas, tempat kursus ini juga telah menerbitkan beberapa buku yang dipakai dalam di lingkup Pare. Bukan materi yang dikompilasi atau semata-mata di potong dan ditempel dalam kemasan yang baru dan lain. Tetapi buku-buku yang diterbitkan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan secara isi yang menunjukkan kalau tim pengarang betul-betul memahami apa yang mereka tulis. Institusi ini seakan menyentil sekolah-sekolah formal yang guru-gurunya tidak produktif dalam membuat buku pelajaraan yang sesuai dengan kebutuhan siswa, bahkan menyentil sebagian besar kampus-kampus di Indonesia yang dosen-dosennya tidak produktif atau produktif tetapi plagiat. Tak habis-habisnya kekaguman saya dengan tempat kursus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan lainnya yang sulit ditemui di institusi-institusi baik formal maupun non-formal yang ada di SMART adalah evaluasi terhadap peserta didik. Evaluasi ini dilaksakan setiap hari! Perkembangan siswa benar-benar diobservasi dengan jelas dan selalu didiskusikan setiap harinya. Saya sendiri sangat merasakan evaluasi ini. Suatu ketika, ketika saya sedang mencari intruktur untuk kelas reading saya (saya menjadi nomaden selama belajar disana karena tempat yang sangat terbatas). Tiba-tiba instruktur dari kelas lain yang saya bahkan tak tahu namanya menegur saya dengan mengatakan :”masih susah di adverbial clause ya mas?” bahkan instruktur yang tidak mengajar saya sekalipun mengetahui masalah pelajaran yang saya tidak mengerti. Setiap pengajar yang mengajar saya untuk masing-masing skill selalu menanyakan kemajuan saya untuk skill yang lainnya. Motivasi, saran dan ilmu, itu yang tiap hari saya dapat. Jika dulu di salah satu perguruan tinggi Islam tempat saya memperoleh gelar sarjana, memulai pelajaran dengan langsung ke pokok inti materi, maka di SMART, saya memulai pelajaran dengan berdoa dan mengakhiri pelajaran dengan berdoa pula. Tak perlu pengajar yang rupawan atau fasilitas yang mewah untuk membangun nilai-nilai religius siswa atau membangun kewibawaan suatu tempat pendidikan. SMART membuktikan hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelas Sebagai Sebuah Arogansi Tingkatan atau Tempat untuk Mencetak Manusia Cerdas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan alternatif menjadi penting di tengah-tengah pendidikan formal yang terlalu berpedoman dengan birokrasi dan cenderung untuk menerapkan politik mercusuar. Kebutuhan siswa dan sekolah tidak dikontekstualkan, karena tenaga pengajar berpacu dengan target pembelajaran. SMART adalah merupakan contoh pendidikan alternatif yang sangat baik dalam hal penyeleksian siswa yang dapat diaplikasikan di sekolah-sekolah formal. Karena adanya rasa kedewasaan untuk mempertanggungjawabkan ilmu, pengajar di SMART tidak akan meluluskan siswa yang memang tidak memenuhi standar. Karena selain akan menghambat si siswa sendiri, juga akan menghambat kemajuan siswa yang lain. Dengan menerapkan kebijakan seperti ini, maka guru juga akan semakin tertantang untuk betul-betul ‘memajukan’ siswa mereka, karena indikasinya akan sangat jelas. Guru tidak boleh menutup mata akan kemajuan siswa dengan melanjutkan terus materi pembelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat dilematis memang, karena yang menjadi sentral bukan hanya guru, tetapi juga siswa harus berperan aktif. Kesadaran untuk bersungguh-sungguh memang adalah hal yang juga turut dipengaruhi oleh ‘rumah’. Semua yang dibawa siswa dari rumahnya adalah faktor yang cukup dominan dalam pembentukan kepribadian siswa. Tapi yang harus digarisbawahi adalah tidak ada legitimasi yang sifatnya memaksa yang bisa menjadi landasan apakah seorang siswa semangat atau tidak semangat; rajin atau tidak rajin; suka atau tidak suka, yang datangnya dari ‘rumah’. Semua itu dapat diperoleh dari dalam kelas. Seorang guru mempunyai legitimasi yang kuat untuk memberikan saran, perintah, bahkan paksaan untuk kondisi-kondisi pembelajaran. Guru bisa mendesain pemberian tugas-tugas sebanyak mungkin bagi siswa dan berkata kepada siswanya bahwa tugas tersebut sangat penting dalam pemberian nilai. Tepat atau tidak tepat waktu berada dikelas ditentukan oleh guru baik dengan cara memaksa atau dengan cara memberikan panutan. Guru bisa menanamkan semangat menuntut ilmu ke murid-murid dengan pemberian motovasi di tengah-tengah proses belajar. Guru bisa membuat kontrak pembelajaran sendiri, menamkan nilai-nilai keagamaan dengan praktek berdoa sebelum belajar, hingga menanamkan nilai moral, kolektivisme dan kerjasama. Berbenah dari kelas dengan guru yang menjadi pemeran sentralnya adalah kunci dari perubahan kearah yang lebih baik karena guru memiliki legitimasi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman aspek-aspek psikologi yang sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa walaupun selama ini secara formal-legalistik di mandatkan oleh orang atau tempat sepeti Bimbingan Konseling (BK) atau Penasihat Akademik, (PA) sebenarnya kurang efektif, karena yang paling tahu kondisi peserta didik adalah guru mereka. Guru yang sebaiknya mengobservasi siswa secara telaten dan membuat evaluasi karena setiap siswa sifatnya unik. Evaluasi sangat penting untuk memberikan gambaran langkah-langkah yang tepat untuk berinteraksi dengan siswa atau untuk memberikan saran/masukan kepada siswa. Seorang pengajar sebaiknya selalu melakukan improvisasi-improvisasi terhadap materi yang telah ditentukan, sesuai dengan keadaan dan pemahaman siswa. Keadaan kelas harus benar-benar dipahami oleh guru dan mulai berbenah darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, yang paling penting dari pembenahan yang dilakukan oleh seorang guru adalah membenahi dirinya sendiri. Sudah menjadi pengetahuan umum kalau banyak guru yang mengajar yang tidak kompeten dibidangnya. Hal ini salah satunya disebabkan karena sistem perekrutan yang sangat carut marut. Sebagai contoh, penerimaan pegawai guru di Indonesia dilakukan dengan melakukan tes yang isinya seragam untuk semua guru bidang studi yang berbeda-beda. Seorang calon guru fisika akan mendapatkan soal tes masuk menjadi pegawai yang tesnya sama dengan calon guru Bahasa Inggris. Biasanya, materi yang menjadi subjek bagi  seorang calon pegawai guru bahkan tidak masuk dalam dalam bahan ujian. Calon guru Fisika dan Bahasa Inggris akan sama-sama menjalani Tes Potensi Akademik, Tes Pengetahuan Umum dan Tes Skala Kematangan. Mereka tidak diseleksi berdasarkan keilmuan mereka, apalagi seleksi dengan menggunakan tes micro teaching. Tidak heran jika tempat-tempat kursus seperti SMART memiliki pengajar-pengajar yang jauh lebih banyak dan berkualitas ilmunya dibanding guru-guru di sekolah-sekolah formal. Apa yang akan dipelajari oleh siswa dalam kelas bahasa Inggris? Apakah pasal-pasal? Apakah pancasila? atau menghitung sisi miring suatu segitiga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata krama dunia pendidikan di Indonesia seharusnya sesekali bercermin dengan tempat-temapat penyelenggara pendidikan alternatif. Undang-Undang Dasar yang telah menjamin bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah hal urgen, harus dikawal dengan penuh tanggung jawab. Tugas kita bersama adalah kembali memurnikan tujuan kita. Pendidikan seyogyanya tidak menjadi lahan untuk mengeruk keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Fasilitas penting, tapi lantas tidak dijadikan sebagai penggerak utama pendidikan. Justru dalam keterbatasan itu sebenarnya menuntut kita untuk menjadi manusia yang kreatif. Karena itu kita harus segera berbenah dari lingkungan terkecil tempat belajar mengajar. Guru yang menjadi masinis pendidikan sudah seharusnya memiliki kualifikasi yang excellent yang bisa menginspirasi siswa-siswa dari ruang kecil yang bernama kelas. Siswa kelas 3 SD sudah seharusnya memiliki ilmu kelas 3 SD. Kelas bukan arogansi tingkatan. Kelas menunjukkan jenjang ilmu siswa. Dan itu semua bergantung dari guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua aspek pendidikan menjadi penting. Tetapi guru yang berada dalam ruang yang bernama kelas adalah yang sangat penting diantara semuanya. Kualitas pendidikan kita ditentutakan dari sini. Kini saya sudah menyadari alasan mengapa saya sampai harus ke Kediri. Mengapa SMART menjadi guru saya yang begitu menginspirasi. Semoga kita bisa belajar dan berbenah diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-7831623918799883057?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/7831623918799883057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=7831623918799883057&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/7831623918799883057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/7831623918799883057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2011/06/apa-yang-bisa-dipelajari-dari-kelas.html' title='Apa yang Bisa Dipelajari dari Kelas-Kelas di Sekolah Informal'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-6661206585575681695</id><published>2010-09-22T01:08:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T01:29:02.472-07:00</updated><title type='text'>Dunia Hanyalah Tempat Bermain dan Senda Gurau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gACIoJdDL9c/TJm9W9xGcyI/AAAAAAAAACA/fJASoe76TRY/s1600/main2.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 196px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gACIoJdDL9c/TJm9W9xGcyI/AAAAAAAAACA/fJASoe76TRY/s320/main2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519651020554531618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya sebegitu tertarik dengan ayat Al-Quran yang redaksinya seperti ini: “dunia hanyalah tempat bermain dan senda gurau”. Awalnya, saya membaca catatan teman saya M.a.Maulim Ni’am  di note account facebook-nya. Catatannya secara umum menggambarkan tentang ‘kebohongan’ yang merupakan tanggapan dari catatan temannya yang juga bertemakan tentang kebohongan. Bagian paling menarik yang sempat saya berikan perhatian adalah tentang  kebohongan yang salah satunya dijabarkan dengan pernyataan bahwa kalau manusia selalu berwajah multidimensi, tergantung keadaan yang dihadapinya. Sebagai contoh, seorang ibu yang berprofesi sebagai guru akan memerankan peranan dengan wajah yang berbeda ketika berada di sekolah dan dirumah. Begitupun akan sangat berbeda ketika ia berada di tempat arisan atau  atau berada di tempat ibadah. Berdasarkan kesimpulan saya, tulisan Ni’am mengatakan kalau berubah kondisi, maka topeng yang dipakai akan berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah membaca note teman saya itu, tiba-tiba datang dua pesan singkat pada malam harinya dari teman yang berbeda. Entah mengapa secara kebetulan, pesan mereka bercerita tentang permainan dan senda gurau dengan kaitannya dengan hidup. Yang satu berpesan kalau hidup di dunia adalah senda gurau yang kekal adalah negeri akhirat, sedangkan pesan yang kedua bertutur bahwa jikalau hidup hanya bermain, maka kita boleh bermain sepanjang hidup kita. Jikalau hidup hanya sebatas senda gurau, maka kita boleh bercanda selama hidup kita. Tapi sayangnya hidup banyak warna, ada kalanya sedih dan susah. Kemudian pada akhir kalimat pesan kedua itu berbunyi “kemanakah kaki akan melangkah pulang?” karena kita hanya akan pergi kesatu negeri yang memiliki dua tempat tujuan; surga atau neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bermain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dunia adalah tempat bermain, berarti pemainnya itu sendiri adalah semua makhluk yang menghidupi bumi. Manusia sebagai pemimpin di bumi yang lebih dipercayakan oleh tuhan dibandingkan makhluk-makhluk lainnya adalah pemain paling handal. Kita cenderung bermain sesuai dengan penempatan peran yang semakin jelas seiring dengan perjalanan waktu usia manusia. Manusiapun sebagai pengendali dimana dunia dititipkan baginyaselalu bermain monolog dan lebih cenderung bermain dialog. Tapi porsinya asimetris, karena kecenderungan manusia memang yang tidak dapat hidup tanpa orang lain sehingga lebih menyukai dialog. Ketika berdialog dengan makhluk lain, maka seorang manusia yang berinteraksi dengan suatu entitas biasanya bermain adil, tetapi banyak pihak juga yang ingin mempermainkan lawan interaksinya. Ambilah contoh prinsip demokrasi yang sebenarnya lebih mengarah ke suatu fatamorgana, alih-alih sebagai sesuatu yang benar-benar bisa tercapai: from the people, by the people and for the people. Yang terjadi adalah sesungguhnya pengharapan akan target ‘keadilan’. Tetapi faktanya, dimana saja demokrasi berkembang, dalam dimensi apapun, selalu terjadi subordinasi demi mempermainkan pihak lain. Hal ini disebabkan karena memang kecenderungan orang kuat untuk mempermainkan entitas yang lemah, siapa kuat dia berkuasa.  Kekuatan memang mempunyai seribu wajah. Kekuatan umumnya konflik dengan prinsip keadilan, seperti ungkapan ‘power tends to corrupt’. Akan selalu terjadi korupsi terhadap hak-hak orang/makhluk lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, permainan adil tetap saja bisa ditemukan, namun sulit. Pemenuhan keadilan akan dapat tercapai jika kedua belah pihak digenapkan hak-haknya. Sebagai contoh zakat mal. Telah disebutkan dalam ajaran agama Islam kalau sesungguhnya setiap jumlah harta yang telah ditentukan takarannya seharunya dizakatkan sebanyak 2,5 persen. Sehingga kaum papa, terlantar, termarginalkan sebenarnya bisa diperbaiki kualitas hidupnya , utamanya dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Ajaran agama manapun sebenarnya juga banyak menekankan perhatian terhadap kepedulain sosial. Tapi tampaknya, Islam-lah memang yang paling strict dan memberikan aturan-aturan yang jelas dalam pengejawantahannya. Ini baru satu contoh. Wajah keadilan dalam permainan sebenarnya sangat beragam. Seperti keadilan untuk mendapatkan informasi tanpa distorsi karena pihak internal tertentu seperti korporasi, lembaga atau oknum ; keadilan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas; keadilan untuk berekspresi yang harus berada dalam kerangka sosial-keagamaan; keadilan ekonomi mikro dan masih banyak lagi. Seyogyanya indiskriminasi terhadap sesama pemain harus dijunjung tinggi. Sehingga kedua pelaku benar-benar menjadi pemain aktif, bukan salah satunya menjadi objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan monolog , seperti namanya hanya memiliki pemain tunggal. Pemainnya itu sendiri. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya tentang interpretasi Ni’am akan permainan, sesungguhnya multidimensionalisme seseorang adalah salah satu contohnya. Kita akan selalu mengenakan topeng yang berbeda-beda bergantung suasananya. Karena ketika seseorang tidak mengganti cover mereka, maka biasanya akan berujung kepada intoleransi. Tapi bukan berarti bahwa cover tidak substantif. Sesungguhnya tidak. Kemasan yang disesuaikan keadaan akan sangat mempengaruhi performa. Seorang yang berpakaian seragam polisi akan menjaga kewibawaan suara dan perilakunya. Ketika berada dirumah bersama istrinya, maka dia bertindak selayaknya suami yang bebas berkeluh kesah kepada istrinya. Tetapi ketika bertemu dengan teman korpsnya, maka dia menjadi sosok yang tangguh lagi, seolah-olah tak pernah memiliki beban. Ini namanya bukan hipokrasi, tapi ini namanya tuntutan. Switching yang terjadi secara berulang-ulang dan dalam waktu yang lama pun sesungguhnya akan membentuk karakter. Jadi sekali lagi, perubahan topeng itu  tidak mendekati hipokrasi, tapi lebih kepada keperluan. Ketika seseorang memohon doa kepada tuhannya, sebenarnya merupakan salah satu dari bentuk monolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senda Gurau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sesungguhnya diperoleh dari kelakar? Senda gurau?  Jawabannya adalah penghiburan diri. Ketika hidup seorang manusia memang hanya berfokus pada dunia, maka sesungguhnya dia hanya akan memperoleh penghiburan diri. Tak pernahkah anda mendengar orang yang berkata “wah, perasaan dia dulu cuma sebesar ini, tapi sekarang dia sudah besar sekali”. Waktu hidup di dunia benar-benar terasa sekejap mata, selalu mempermainkan manusia. Belasan, puluhan tahun tak ubahnya serasa hari kemarin yang baru saja terjadi. Siapa yang mempermainkan siapa dalam hal ini? Tidak ada. Semuanya adalah karena hidup memang mengalir begitu saja dan semua kejadian yang terjadi sifatnya hanya sementara dan diterima dengan sense manusia yang juga sementara. Sudah menjadi ketentuan bahwa tidak ada yang abadi, termasuk juga sistem penerimaan kita terhadap penderitaan, kebahagiaan, kemiskinan &amp; kekayaan. Karena kita telah dijanjikan kalau segala yang kekal itu urusannya ada di ukhrawi. Nikmatnya hubungan suami istri hanya sekejap saja. Tapi di akhirat manusia dijanjikan hubungan suami istri yang tidak ada istilah ‘lelah ’ di dalamnya. Yang ada di dunia hanyalah penghiburan diri. Yang ada di akhirat adalah kebahagiaan yang puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh kalau sistem penerimaan kita terhadap sesuatu sifatnya sementara bisa digambarkan dengan orang yang sangat excited sekali ketika mengetahui kalau dirinya akan pergi ke Big Apple, New York City. Perasaanya sungguh sangat menggebu-gebu sekali dan selalu membayangkan pengalaman apa nantinya yang ia akan rasakan sesampainya disana. Tetapi begitu orang tersebut tiba di sana, di NYC, kemudian dia berkata kepada dirinya sendiri “ok, ini NYC, kota yang modern, multikultur, ramai dan rapih, seperti yang saya biasa liat di media-media. Terus apa lagi?”. Cukup, mungkin itu kata yang paling bagus untuk mewakili. Memang biasanya kita selalu memberikan pilihan jika ditanya tentang tempat yang paling impresif yang pernah kita kunjungi. Itu disebabkan karena memang keadaan tempat yang kita pilih itu lebih baik daripada keadaan tempat-tempat yang lainnya. Tapi coba tebak, hanya itu saja. Ketika kita berada di tempat yang dimaksud, sistem penerimaan kita sama saja, “terus apa lagi?”. Hal ini berlaku pula pada popularitas. Setiap orang yang memang pada dasarnya suka diperhatikan oleh orang lain tidak semuanya bisa mencapai popularitas, dengan menjadi selebriti misalnya. Orang yang biasa-biasa saja tanpa popularitas selalu berpikir kalau orang yang populer itu sungguh benar-benar beruntung, di puja dan di puji. Tapi sesungguhnya popularitas hanya sebatas pada popularitas saja, tidak lebih. Banyak orang yang mengelu-elukan selebriti, terus kenapa? Terus apa lagi? Apalagi dampak yang paling banyak didapatkan selain uang? Ketika seseorang benar-benar populer sebenarnya ia juga akan berkata kepada dirinya, “terus apa lagi?”. Lelucon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menempatkan kesedihan dalam senda gurau ini di dunia? Seperti semua hal yang tidak pernah kekal, maka kesedihan juga sifatnya tidak kekal. Manusia juga seringkali tersenyum dan banyak kali tertawa. Pasti terjadi perubahan, manusia akan melunturkan ingatan-ingatan di masa lalu entah cepat atau lambat. Dan yang terjadi adalah sedih-bahagia-sedih-datar-monoton-sedih-sedih-bahagia-bahagia-monoton-monoton-bahagia-bahagia, dan seterusnya tanpa pola yang pasti. Jika kita bisa melihatnya sebagai sesuatu kesatuan yang sesungguhnya telah ditetapkan jauh sebelum manusia lahir, maka kita pasti akan mendapatinya kalau sebenarnya semua itu hanyalah kelakar, sebuah senda gurau. Beda dengan hal yang sifatnya abadi. Karena sekali sedih, maka akan sedih selamanya. Sekali bahagia, akan bahagia selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di dunia tampaknya memang hanya tempat bermain dan senda gurau. Para pemainnya adalah kita dan yang bersenda gurau juga adalah kita. Sebaiknya setiap dari kita menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk menuju ke tempat yang kekal, tidak bermain terus dan tidak berkelakar terus. Semoga tulisan ini tidak dianggap sebagai permainan &amp; lelucon belaka . Selamat menjadi orang serius dengan memperhatikan hal-hal yang akan membawa pada keabadian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                QS Al An'aam (6) : 32&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Terimakasih buat note M.a. Maulim Ni’am yang inspiratif, dan SMS dari M. Maknun &amp; Sri Wahyuningrum yang membuatku bertanya dan menganalisa. Ini adalah tulisan yang tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memetolicious.blogspot.com         &lt;br /&gt;Makassar, 21 September 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-6661206585575681695?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/6661206585575681695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=6661206585575681695&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/6661206585575681695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/6661206585575681695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2010/09/dunia-hanyalah-tempat-bermain-dan-senda.html' title='Dunia Hanyalah Tempat Bermain dan Senda Gurau'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gACIoJdDL9c/TJm9W9xGcyI/AAAAAAAAACA/fJASoe76TRY/s72-c/main2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-7656815848348209603</id><published>2010-08-10T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T23:50:13.143-07:00</updated><title type='text'>Catatan puasa hari I 1431 H : Andaikan Kita Bisa Selalu Menghadirkannya di Keseharian Kita</title><content type='html'>Kemarin dulu saya dan beberapa anggota keluarga menyempatkan diri untuk ziarah ke makam om dari bapak saya. Seperti kebiasaan masyarakat kita pada umumnya, kalau akan memasuki bulan ramadhan maka mereka akan menyisihkan waktunya untuk menziarahi orang-orang dicintai yang telah berpulang terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengantar kakak saya dengan sepeda motor. Sewaktu disana, saya tidak melakukan apa-apa. Saya tak berdoa di depan makam karena tak tau doa apa yang harus saya baca, tidak melakukan siraman kubur atau bersepakat dengan kebiasaan menziarahi makam sebelum bulan puasa itu sendiri. Karena saya tidak (belum) tau hukumnya bagaimana. Karena ajaran agama kita mengatakan bahwa tidak ada amal perbuatan yang tidak berlandaskan ilmu. Dan saya tidak memiliki ilmu akan hal itu, maka saya tidak amalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan waktu itu, corong masjid yang berada di dekat pekuburan itu mulai melantunkan ayat-ayat suci, hal yang biasa sebelum azan magrib dan azan sholat-sholat lainnya. Tapi entah mengapa tiba-tiba ada perasaan yang tak biasa yang memang kerap kali muncul. Perasaan takut kepada-Nya, mengingat Dia kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak mengambil pelajaran dari orang-orang terdahulu?” saya tiba-tiba teringat dengan salah satu ayat dari Al-Quran itu. Sambil mondar-mandir diantara kuburan, saya sesekali juga menyelipkan lamunan diantaranya, dan ayat itupun terus bergaung di kepala saya. Mau bukti apalagi? Oceh pikiranku. Semua pasti akan binasa dan kembali ke Penciptanya- sebuah kata-kata yang kita telah sering dengar sedari kecil. Tapi cuma momen yang seperti itu baru kadang-kadang kita menyadari. Momen dimana kuburan harus berada persis di depan kita. Momen dimana kita melihat upacara pemakaman. Momen dimana kita mencium bau kapur barus mayit, lengkap dengan kain kafannya. Ditambah lagi, saat itu, lantunan ayat suci Al-Quran benar-benar mengambil perhatianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita selalu menghadirkan perasaan itu, saya kira orang-orang yang akan maju untuk pemilu presiden, Kada, bupati, dst tidak akan terlalu banyak, bahkan mungkin tidak ada. Mungkin tindakan Satpol PP untuk menertibkan warung remang dan operasi Miras tidak akan pernah perlu. Infotaiment mungkin tak akan begitu laku dan tak akan ada yang mengidolakan Justin Beiber. Mau diapakan semua itu kalau perasaan takut, menghamba, dan menyadari kalau di dunia ini semua semu selalu hadir di dalam hati kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan yang sama juga acapkali kita temukan ketika berada di mesjid-mesjid. Tapi susahnya, kita tak sanggup menghadirkannya ketika berada di tempat kerja, di sekolah, di depan computer, dan di tempat-tempat yang lainnya. Saya pribadi selalu gagal dalam membunyikan kembali alaram ingatan itu. Yang saya pikirkan sejauh ini, mungkin untuk menghadirkan ingatan dan perasaan seperti itu membutuhkan latihan yang juga regular, harus dilatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita (manusia) tidak pernah belajar dari pengalaman? Seolah-olah yang hidup sekarang ini adalah satu-satunya kaum yang telah menciptakan peradaban, bermukim, berkompetisi dan satu-satunya kaum yang pernah mengumpulkan harta. Seolah-olah kaum sekarang yang sedang hidup adalah kaum yang terpelajar yang mempunyai kebijaksanaan yang puncak. Seolah-olah kitalah kaum yang hidup dengan menggunakan teknologi tercanggih. Padahal, setiap teknologi menjadi termutakhir berdasarkan zamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari yang saya ambil sebagai kesimpulan sendiri, mengapa Al-quran menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya? Karena Al-Quran telah merekam semua ragam cerita kehidupan yang telah terjadi. Cerita kehidupan yang terjadi sesudahnya semuanya sudah diantisipasi dan ada pedomannya. Kita hanya perlu pandai-pandai mengambil pelajaran di dalamnya, kitab peringatan. Selayaknya kita sesekali melihat kembali apa yang kita bisa lihat dari orang-orang terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat? Semuanya dangkal bukan? Semua yang terjadi sekarang cuma merupakan modifikasi masa lalu. Berkembang tapi wilayahnya dangkal. Hal yang hakiki adalah: menunaikan tujuan hidup kita. Walaupun sangat sulit untuk melaksanakannya saya kira, karena kita harus melawan mainstream kalau begitu.  &lt;br /&gt;Marhaban yaa ramadhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memetolicious.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-7656815848348209603?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/7656815848348209603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/7656815848348209603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2010/08/catatan-puasa-hari-i-1431-h-andaikan.html' title='Catatan puasa hari I 1431 H : Andaikan Kita Bisa Selalu Menghadirkannya di Keseharian Kita'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-8559605067142304286</id><published>2010-06-10T03:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T03:35:02.199-07:00</updated><title type='text'>Daftar Keanehanku</title><content type='html'>Setelah berusia 23 tahun dan 2 bulan, maka ada beberapa hal yang bisa saya pelajari dari diriku. This is the list, here I go:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Punya Obsessive Compulsive Disorder terhadap benda-benda yang disentuh. Kalau tangan kiri menyentuh, tangan kanan juga harus menyentuhnya. Paling compulsive ma yang namanya besi dan sebagainya.&lt;br /&gt;Bintang: 4 stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Obsessive compulsive disorder sama aroma kertas. Kalau baca buku pasti kerjanya cium-cium aroma itu buku secara vertikal, dari atas kebawah terus dilanjut lagi dari bawah keatas terus dari atas kebawah lagi (harus cukup tiga kali)..gosh… kemudian buku itu saya bagi sepertiganya tuk di-aroma-i. Awal, pertengahan dan akhir-akhir (juga 3 kali)….@_@&lt;br /&gt;Bintang : 5 stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tak tahu jalan. Dari kecil tinggal di Perumnas., tapi ditanya jalan-jalan di sekitarnya sama sekali ndak tau. Pernah mau ke Alaska di bulan Ramadhan ma teman 3 motor. Alaska letaknya di Pengayoman, saya perginya ke Boelavard. Junior di kampus, dibelakangku yang juga ikut, bertanya-tanya. Sampai pada saat pengakuan dosa kalau saya lupa jalannya, barulah dia bilang “ pantasan, saya heran, kan kita tadi seharusnya belok kiri, ndk terus”. Andaikan dari awal dia bilang tanpa khawatir dengan PDI (Power Distance Index), saya pasti tiba lebih awal dan tidak telat buka puasa T_T…&lt;br /&gt;Bintang : 3,5 stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kalau baca buku, terus sampai pada kalimat yang inspirasional atau cerdas atau keren atau completely new atau surprising, maka pasti saya kemudian meliat biografi pengarangnya sambil menatap gambar pengarangnya lekat-lekat. Setelah itu lanjut baca lagi. Kalo dapat lagi, pasti liat gambar pengarangnya lagi. (whattan useless reaction)&lt;br /&gt;Bintang: 3 stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memastikan jamnya tepat sebelum bangun. Biasanya setelah solat subuh saya tidur lagi (don’t try this @ home coz kata temanku, sel darah putih akan memakan sel darah merah). Kalau bangun pasti harus memastikan apakah itu jam 7 pas atau jam 7 lewat setengah. Begitu seterusnya. Bisa 8, 8.30 atau bahkan di hari minggu bisa bangun sampe jam 9, 9.30 (jangan ditiru ya nak).&lt;br /&gt;Bintang: 5 stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu daftarnya ya. Kalo saya dapat ilham lagi, saya akan berbagi *bangga dengan keanehannya*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-8559605067142304286?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/8559605067142304286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/8559605067142304286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2010/06/daftar-keanehanku.html' title='Daftar Keanehanku'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-3349061023062811457</id><published>2010-05-11T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T23:51:07.988-07:00</updated><title type='text'>Masih Mencari Arti Kata ini: Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gACIoJdDL9c/S-pP0tgVbbI/AAAAAAAAABw/wW1efKukOPI/s1600/images-happy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gACIoJdDL9c/S-pP0tgVbbI/AAAAAAAAABw/wW1efKukOPI/s320/images-happy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470272464381898162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat selesai solat di Musholla Graha Pena, seorang bapak yang baru saja mengambil air wudhu berujar kepada temannya dengan temannya "itulah konsekuensi hidup pak, bekerja dan beribadah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di lift yang membawa saya di lantai tempat saya bekerja, saya masih terus berpikir tentang ucapan bapak tadi. Yang pertama yang saya pikirkan adalah satu: urutan pelafalan kalimatnya, bekerja kemudian disusul dengan beribadah. Dua: arti kata konsekuensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak adil menilai prioritas dari ucapan yang spontan. Tapi saya pribadi percaya kalau alam bawah sadar, sebuah built in computer di otak kita tidak pernah tidak benar ketika mengeksekusi sesuatu. Ucapan yang spontan atau ekspresi bisa dikatakan lebih jujur dalam mencerminkan kepribadian seseorang. Premis saya untuk sementara adalah: pekerjaan kini menjadi prioritas paling pertama dalam hidup bagi mereka yang telah memiliki keluarga atau bagi yang telah menamatkan sekolahnya. Karena tidak ada pekerjaan berarti tidak ada uang. Tidak ada uang berarti tidak bisa hidup. Hampir semua berbicara tentang kalkulasi, hampir semua berbicara tentang nominal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian melakukan refleksi. Jawaban yang muncul tiba-tiba adalah,” ya”, saya juga manusia yang hanya berbicara tentang nominal. Alasan yang mendasar adalah, saya (kita) tidak dapat bahagia tanpa uang, karena tanpa uang akan mustahil memperoleh kebahagiaan (sambil berpikir kalau saya tidak boleh menjadi seorang yang naïf). Saya rasa itu benar, saya sendiri berdamai dengan diri saya akan hal itu. Tapi yang jadi masalah adalah saya tidak memberi limit. Setelah mendapatkan uang 100 perak, saya maunya 500 perak. Setelah 500 perak, saya maunya mendapatkan 1500 perak, begitu seterusnya tanpa henti. Seperti vicious circle. Saya dan anda selalu bekerja dan untuk sementara merasa berada di zona nyaman dengan upah yang diperoleh. Tetapi setelah berjalan selang waktu, diri kemudian merasa tidak cukup lagi. Solusi yang umum adalah mencari pekerjaan lain, atau tetap di pekerjaan itu dengan berusaha meningkatkan upah sebanyak mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap pribadi mempunyai target masing-masing, dan kadang-kadang target itu menjadi standar kebahagiaan kita. Pertanyaannya adalah: haruskah kita memandang dunia ini secara sempit dan bergaul dengan sesedikit mungkin orang atau sebaliknya. Karena seseorang yang banyak melihat orang lain dan memandang dunia secara luas kadang-kadang menaikkan standar hidupnya dan tidak nyaman dengan zona dirinya yang sekarang. Akibat logisnya adalah menaikkan standar diri untuk hasil yang lebih tinggi atau menetapkan standar diri yang sama tetapi melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Bagi pribadi yang memiliki dunia yang sempit dan bergaul dengan sedikit orang, umumnya merasa sudah “cukup”. Cukup yang diakibatkan oleh dua kemungkinan. Pertama, karena dia tidak melihat dunia yang terhampar begitu luas, kedua, karena dirinya memang telah memperoleh kebijaksanaan dalam melihat hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opsi yang kedua sebenarnya juga dapat diperoleh bagi seseorang yang melihat dunia secara luas, bahkan kadang-kadang kebijaksanaanya lebih hebat. Menyumbangkan sebagian besar harta untuk filantropi, hidup sederhana dan mensejahterakan orang lain, menjadi pribadi sederhana diantara kalangan para sosialita, bahkan sampai memfokuskan hampir semua dirinya untuk urusan agama. Kalau begitu, kunci untuk memperoleh kebahagiaan bukan terletak pada uang ternyata. Kalau kita telah menetapkan limit sedemikian rupa dengan berusaha berlandaskan dengan ketimpangan sosial yang ada, kemudian bisa menciptakan kebahagian murni dari dalam diri tanpa terpengaruh dengan tendensi-tendensi materi, maka kebahagiaan adalah benar-benar menjadi milik kita. Mudah memang mengatakannya. Tapi saya rasa itulah tugas kita disini. Memahami hidup untuk memperoleh kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premis kedua adalah: bekerja dan beribadah adalah merupakan konsekuensi. Ini masalah sudut pandang, tidak ada yang salah dan benar. Tetapi bagi seorang Islam, ibadah dan bekerja adalah kewajiban kita, bukan akibat dari eksistensi kita. Kalau kita berkata bahwa Tuhan maha sombong karena menyuruh kita menyembah padanya maka itu betul, karena jubah kesombongan hanyalah milik Dia. Tidak usah dipertanyakan mengapa kehadiran kita adalah untuk beribadah, hal yang sejalan dengan Tuhan yang tak pernah menghitung-hitung nikmatnya kepada hambanya. Lagipula kita sepakat kalau hidup manusia disertai dengan kesusahan-kesusahan. Tapi kesusahan itu pasti ada imbalannya. Kesusahan usaha kita di dunia untuk bekerja berbuah pada harta di dunia. Kesusahan untuk beribadah berimbas pada dunia dan hari yang kekal. Jadi mau pilih yang mana: dunia saja atau dunia dan hidup nanti yang kekal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fit of survival. Begitulah kurang lebih. Tapi jangan menggiring paham ini kepaham Darwinisme. Kita akan memperoleh imbalan dengan usaha-usaha yang pantas. Maka pantaskanlah diri kita. Kadang-kadang terlalu banyak mau dan bertanya dengan otak yang terbatas tidak memberikan kebahagiaan dan jawaban sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar May 12, 2010, saat langit siang masih cerah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-3349061023062811457?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/3349061023062811457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=3349061023062811457&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/3349061023062811457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/3349061023062811457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2010/05/masih-mencari-arti-kata-ini-kebahagiaan.html' title='Masih Mencari Arti Kata ini: Kebahagiaan'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gACIoJdDL9c/S-pP0tgVbbI/AAAAAAAAABw/wW1efKukOPI/s72-c/images-happy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-3728457026210893532</id><published>2010-04-16T04:01:00.001-07:00</published><updated>2010-04-16T04:03:20.802-07:00</updated><title type='text'>Rahim Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gACIoJdDL9c/S8hD5lv5k-I/AAAAAAAAABo/1ipx20cjb1Q/s1600/images-rahim.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 103px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gACIoJdDL9c/S8hD5lv5k-I/AAAAAAAAABo/1ipx20cjb1Q/s200/images-rahim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460689204851348450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;lagu rindu buat kalian yang telah keluar dari rahim almamater biru&lt;br /&gt;tali pusar kita kini telah diputus &lt;br /&gt;kita tak lagi mengambil makan dari rahim, sudah lepas dari selaput&lt;br /&gt;sekarang kita bergerak seperti siput&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang kita berada di rahim yang kejam ini&lt;br /&gt;gen apa yang diwariskan kepadamu? apa tipe darahmu? bagaimana tulang-tulangmu berkembang?&lt;br /&gt;saya mau tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tau tidak, mungkin saya tidak tau tentang kamu&lt;br /&gt;tapi saya tau, kau pasti sedang berjuang&lt;br /&gt;dengan berada disini kau dituntut untuk melakukan banyak hal bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini kabarku: saya sudah mulai belajar merangkak&lt;br /&gt;tapi masih terseok-seok&lt;br /&gt;kabarmu bagaimana?&lt;br /&gt;adakah engkau berkembang sesuai dengan pendidikanmu selama ini&lt;br /&gt;ketika engkau masih di rahim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya akan tunggu kabarmu ketika sudah mulai dewasa&lt;br /&gt;lalu kita akan bersapa lagi&lt;br /&gt;mungkin di rahim kita dulu&lt;br /&gt;atau dirahim kita sekarang&lt;br /&gt;tapi jangan sampai di tabung inkubator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar,2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-3728457026210893532?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/3728457026210893532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/3728457026210893532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2010/04/rahim-kita.html' title='Rahim Kita'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gACIoJdDL9c/S8hD5lv5k-I/AAAAAAAAABo/1ipx20cjb1Q/s72-c/images-rahim.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-1551763898851232555</id><published>2010-03-19T23:29:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T23:31:59.555-07:00</updated><title type='text'>Seperti Para Koruptor</title><content type='html'>Seperti Para Koruptor (part I)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini bukan ramalan&lt;br /&gt;tapi tahukah kamu, kalau kau mengambil uang 500 perak&lt;br /&gt;dan itu bukan punyamu&lt;br /&gt;kau akan dapat dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Para Koruptor (part II)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayo sini&lt;br /&gt;mereka saling diskusi&lt;br /&gt;tak maukah kau mendengarkan percakapan mereka?&lt;br /&gt;nanti teleponmu disadap lho&lt;br /&gt;kau tak takut?&lt;br /&gt;kau tak berpikir untuk saling suap-menyuap?&lt;br /&gt;atau suap-suapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Para Koruptor (part III)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bunga itu layu&lt;br /&gt;digedung yang kotak-kotak itu&lt;br /&gt;selayu militansi mereka&lt;br /&gt;sesayup mata penikmat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Para Koruptor (part IV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dasar bodoh&lt;br /&gt;peduli apa saya?&lt;br /&gt;istriku minta ke mall&lt;br /&gt;anak saya mau permainan baru?&lt;br /&gt;peduli apa saya bunga layu itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-1551763898851232555?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/1551763898851232555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/1551763898851232555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2010/03/seperti-para-koruptor.html' title='Seperti Para Koruptor'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-8037994716481477337</id><published>2010-03-17T06:31:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T06:36:31.051-07:00</updated><title type='text'>Jangan Menganggap Masalahmu Terlalu Rumit dan Karena Hidup Bercerita Tentang Kehilangan</title><content type='html'>Siang ini, seperti biasa, solat duhur saya lewatkan di mesjid kampus. Setelah solat, sambil duduk memakai kembali kaos kaki dan sepatu untuk segera beranjak,tiba-tiba saya berjumpa dengan teman-teman seangkatan yang masih berkutat dengan skripsi mereka. Kami langsung melakukan pembicaraan ringan. Saya sendiri cukup beruntung, karena telah menyelesaikan studi saya lebih awal beberapa bulan dibanding mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bercerita, kemudian teman saya yang ikut bersama mereka  tiba-tiba keluar dari mesjid dan berkata kalau tasnya hilang. Masyarakat kita, budaya yang masih primitif, homo homini lupus. Kelhilanagn barang, bahkan ditempat suci seperti mesjid. Sebenarnya, pengumuman berita kehilanagn itu telah saya dengar beberapa sebelumnya yang diumumkan melalui corong mesjid. Tapi saya sama sekali tak menduga kalau yang kehilangan itu adalah teman saya.  Sejenak kami bercerita tentang kemungkinan-kemungkinan untuk mengatasi semua masalah itu. Karena masalah yang sangat parah adalah, laptop dan skripsi yang baru saja di tanda tangani oleh dosen pembimbingnya, serta semua berkas-berkas administrasi yang sangat lama untuk diurus lenyap begitu saja. Belum lagi, soft file untuk skripsinya, semua ada di komputer pribadi miliknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama merasakan keintiman dengan musibah yang sprektumnya juga mempengaruhi kami, kemudian, teman saya yang kehilangan dengan elegannya berkata “itulah hidup, semua pasti akan hilang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kuakui, kalau sekarang adalah salah satu masa-masa sulit yang sangat membebani bagiku. Sehabis kuliah, walaupun predikat kelulusan yang memuaskan, tidak lantas menjadi jaminan kalau masa depan akan cerah. Apatahlagi standar yang saya inginkan untuk pekerjaan cukup tinggi. Walaupun telah ditawari pekerjaan, tetapi sebenarnya ekspektasi saya tentang pekerjaan sangat tinggi. Banyak orang yang mengatakan kalau saya adalah orang yang beruntung. Tapi kenyatannya, kepala ini tidak pernah berhenti berpikir tentang pekerjaan yang lebih bagus. Pekerjaan yang kuidamkan dan tentunya bisa membahagiakan dan membanggakan orang tua. Salah satu bukti kalau keinginan dunia tidak akan pernah ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan kalau sekarang ini, kegamangan adalah nada-nada yang menghiasi hari-hariku belakangan ini. Tapi hari ini, saya dapat pencerahan lagi. Tuhan akan selalu memberikan pelajarannya, dengan satu atau banyak cara. Kata-kata yang diucapkan temanku adalah kata-kata bijak yang selalu kita dengar. Tetapi, acapkali, sistem mental kita terlalu berfokus pada diri kita yang menjadi pusat gravitasi. Berpusat pada permasalahan-permasalahan pribadi, semacam autis. Kondisi yang selalu menjadi momok, yaitu harus dapat kerja, menjadi stimuli yang semakin memperparah ketidakstabilan emosiku yang biasanya lebih banyak dipendam. Hal ini membawa efek yang cukup buruk bagi saya. Merasa seolah-olah, sayalah yang punya permasalahan yang paling tidak diinginkan sejauh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat bersyukur, karena musibah teman saya yang tidak terjadi pada saya. Salah satu fitrah manusia yang tentu saja ingin yang baik-baik pada dirinya. Tapi kita (manusia) juga diberikan hati untuk berempati terhadap sesama dan mengambil pelajaran darinya. Kejadian ini memberikan sesuatu yang pasti pada diri saya, bahwa masalah apapun yang kamu hadapi bukanlah berarti bahwa duniamu akan kiamat. Sungguh sangat banyak manusia dilingkungan sekitarmu dan percaya atau tidak, mereka bisa saja memiliki masalah yang jauh lebih tidak diharapkan lagi. Bahkan banyak orang pada detik yang sama, ketika kita mempunyai masalah, kewarasannya perlahan-lahan mulai hilang akibat beban yang katanya unbearable lagi. Jika paradigma kalau masalah kita cuma kecil saja jika dibandingkan dengan orang lain dan merupakan fase-fase yang wajar yang harus dijalani dalam hidup, maka yakinlah kalau masalahmu itu bisa dijalani dengan sewajarnya, sesuai dengan usaha-usaha yang ekuivalen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan adalah kata yang sesungguhnya membuat seseorang menjadi dewasa dalam hidup. Kehilangan orang yang dikasihi, harta, teman, sahabat hingga kehilangan musuh sekalipun. Akan sama barangkali kalau semakin dewasa seseorang, maka semakin bijak dia bertindak. Tapi sayangnya, banyak orang yang dikatakan dewasa tapi sungguh tidak bijak. Memang batasan untuk dikatakan dewasa atau bijak sangat absurd, bahkan mungkin saja mustahil untuk diberikan batasan. Tapi anehnya, pikiran dan hati kita kadang-kadang berkata hal yang sama tentang standar-standarnya. Sebagai contoh, ketika kita mengatakan tentang Lao Tse, maka kebanyakan dari kita mengatakan kalau dia memang seorang yang bijaksana. Walaupun kita sama sekali tidak tau “sesuatu” yang menyebabkan seseorang dikatakan bijaksana. Sampai disini, kita dapat berkesimpulan kalau tak semua yang ada dan memperoleh pengakuan harus dapat dijelaskan secara eksplisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan adalah takdir yang tak dapat dihindari. Jika engkau tak ingin kehilangan dan menyebabkan orang kehilangan sesuatu atas dirimu, maka kehidupan setelah mati adalah jawabannya. Tetapi bukankah, untuk menuju kesana, kamu harus meninggalkan dulu orang-orang yang mengenalmu di dunia ini yang berarti mereka telah kehilanagan dirimu. Jadi jawabannya, kehilangan adalah niscaya kalau begitu. Dengan kehilangan, manusia tampaknya menjadi sadar kalau apa yang mereka miliki selama ini adalah sangat berharga. Bahkan kadang-kadang, kehilangan harus menjadi satu-satunya cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba pikirkan baik-baik tentang nasihat agung nan adi luhung, ingat 5 perkara sebelum 5 perkara. Sehat-sakit; lapang-sempit; muda-miskin; kaya-miskin; hidup-mati. Bukankah pada hakikatnya mereka semua bercerita tentang kehilangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti lirik lagu Melly G “bagaimanapun hidup memang hanya sebuah cerita, cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan”. Kita akan meninggalakan semua ini, oleh karena itu, kita diperintahkan untuk beribadah. Jika kita mengacu pada landasan-landasan ini, walaupun saya tidak berhak untuk memastikan, maka akan tercipta hidup yang jauh lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang membaca tulisan ini mungkin akan berkata, saya bisa menulis seperti ini karena saya tidak (belum) mengalami apa yang teman saya rasakan akan kehilanagan materi, usaha-jeri payahnya. Tapi setidaknya saya bisa menangkap hal-hal seperti ini dan menyadari bahwa ini adalah teguran sekaligus pelajaran bagi orang-orang yang mau sedikit saja peka terhadap kejadian-kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Maret 2010            &lt;br /&gt;memetolicious.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-8037994716481477337?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/8037994716481477337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/8037994716481477337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2010/03/jangan-menganggap-masalahmu-terlalu.html' title='Jangan Menganggap Masalahmu Terlalu Rumit dan Karena Hidup Bercerita Tentang Kehilangan'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-3140119331389276427</id><published>2010-02-16T20:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T20:06:01.286-08:00</updated><title type='text'>Kisah Pagi Ini</title><content type='html'>maukah engkau kuceritakan kisah di pagi hari ini? &lt;br /&gt;itu sama seperti kemarin-kemarin &lt;br /&gt;bedanya,pagi ini saya sempat menulis, saya sempat berpikir tentang hidup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari masih secerah kemarin, walaupun ada awan hitam yang berak-arak &lt;br /&gt;bedanya, pemikiran akan hidup membuat langkahku penuh kehati-hatian hari ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini bangun tidur, masih sama meneguk air tawar yang sama &lt;br /&gt;bedanya, pagi ini bukan hanya ragaku saja yang sehat, tapi juga jiwaku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maukah engkau kuceritakan kisah di pagi hari ini? &lt;br /&gt;kisahnya adalah, saya menulis kisah pagi hari di siang hari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih seperti kemarin, bedanya, hari ini semua waktu kuanggap sama - slow with my pace -jangan terlalu buru buru- lakukan perenungan - ganti sedikit demi sedikit paradigma menyalahi diri sendiri karena terburu-buru waktu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi ini beda, karena dia berjalan lebih lambat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BONE, 17-02-10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-3140119331389276427?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/3140119331389276427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/3140119331389276427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2010/02/kisah-pagi-ini.html' title='Kisah Pagi Ini'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-150986270080890277</id><published>2010-01-12T23:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T23:50:26.017-08:00</updated><title type='text'>CURHAT CALON SARJANA</title><content type='html'>Mari mencari inspirasi, kreasi dan lahan yang begitu luas untuk melanjutkan idealisme kita. Membagi ide-ide kita ke orang lain! Kata ini …ah…seandainya engkau terpatri sejak saya masuk ke kampus ini. Atau, ketika saya  masuk di manapun, tempat saya menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, kepercayaan akan meninggalkan warisan kepada orang lain adalah hal yang sangat saya cita-citakan dalam hidup ini. Saya percaya kalau saya mampu dan bisa berkreasi menghasilkan hal-hal yang nantinya akan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh orang banyak. Tetapi pertanyaannya sekarang adalah, kapan saya bisa benar-benar memulainya? Saya tidak tahu kalau memang benar tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang bagus. Tapi kali ini, saya benar-benar mengangkat bendera putih sebagai simbol kalau saya telah kalah oleh waktu, kebodohan diri yang hanya mengikuti nafsu tuk bermalas-malasan dan kepuasan sementara yang melenakan saya dari tujuan saya yang lebih besar. Saya merasa terlambat dan gagal memanfaatkan semua oportunitas yang ada tepat didepan batang hidungku. Saya tidak suka dengan status quo kalau jadinya begini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri ini kini baru sadar kalau sekarang dia telah mau menghadapi ujian mejanya. Wahai mahasiswa, tahukah kau apa artinya ujian meja itu? Ujian meja sebenarnya prosesi awal yang begitu halus yang perlahan-lahan mencabut statusmu sebagai MAHAsiswa. Ujian meja sebenarnya adalah awal dari gerbang yang akan mengantarkan kamu tuk melihat persaingan yang begitu keras diluar kampus. Gerbang untuk membawamu sementara menuju ke ruang tunggu para pengangguran sebelum betul-betul matang mendapatkan pekerjaan yang bagus atau melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. Ujian meja adalah prosesi dimana kamu tidak hanya diuji, tapi mata kamu akan benar-benar terbuka untuk melihat tulisan di spanduk besar yang bertuliskan WELCOME TO THE REAL WORLD! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ, kini saya terus bercermin, apa yang telah saya lakukan selama berada di kampus ini? Apakah saya hanya sering berdiskusi alot dengan teman-teman saya yang tujuannya sebenarnya hanyalah untuk menunjukkan kalau saya telah banyak mengetahui kosa kata ilmiah, berdebat, atau merangkai kata dengan begitu apiknya tanpa betul-betul mau mencari kebenaran dan kesepakatan. Apakah saya hanya mengikuti kuliah semata dan bermasa bodoh dengan kehidupan diluar kuliah. Apakah saya hanya orang yang datang untuk memamerkan penampilan saya yang terbaru dan hanya have fun dengan teman-teman. Apakah saya adalah tipe orang yang hanya betul-betul banyak memusatkan perhatian untuk mengoleksi pasangan sebanyak-banyaknya sampai malah berbuat yang lebih dari hanya sekedar mengoleksi semata. Ataukahh saya adalah tipe mahasiswa yang datang, murni hanya untuk melengkapi status saya sebagai mahasiswa.&lt;br /&gt;Kali ini perasaan saya kalut dan carut marut. Kalimat itu terus berdengung di kepalaku seminggu terkhir ini. “hei boy, apa yang telah kau lakukan selama kuliah? Adakah kau telah memberikan sesuatu yang cukup berharga?” ok. Sekarang mari kita lihat apa yang telah saya lakukan, balasku terhadap pikiran-pikiranku sendiri. Seperti inilah dialognya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA: Saya cukup akitf di organisasi-organisasi&lt;br /&gt;PIKIRANKU:  Belum, itu belum cukup, balasnya. &lt;br /&gt;SAYA: Terus, saya punya IPK yang bagus. &lt;br /&gt;PIKIRANKU: Berorganisasi tapi IPK masih bagus, masih belum cukup. &lt;br /&gt;SAYA: Oh ya, saya sudah beberapa kali ikut di lomba nasional. &lt;br /&gt;PIKIRANKU: Biasa saja boy, itu wajar kalau mahasiswa aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan nasional.&lt;br /&gt;SAYA: Trus, Cuma ini senjata saya yang terakhir, kataku pada pikiranku – saya juga pernah aktif dalam kegiatan internasional. Apakah itu belum cukup?&lt;br /&gt;PIKIRANKU: Itu juga bagus. Tapi tidakkah kamu berpikir kalau kamu belum memberikan sesuatu yang extraordinary selama berada di sini boy. Kamu itu egois, masih selalu mengurung ide-ide kamu di tempurung kepalamu yang keras ini. Coba lihat orang-orang besar yang telah membius pikiran-pikiran manusia, Nabi Muhammad SAW, Ahmad Dedat, Socrates, Bung hatta, JK. Rowling, Shakespeare, zakir naik, Nabi Ibrahim atau bahkan Mario Teguh kalu kau juga sepakat. Apakah menurutmu mereka mengurung pikiran-pikiran mereka? Kau tidak membagikan candu boy, sedangkan orang-orang besar itu berhasil membuatmu kecanduan. Kamu sudah memberikan saya jawaban kalau kamu itu sudah aktif kiri kanan di berbagai kegiatan. Tapi apakah itu yang lantas menjadi amunisi bagi mereka untuk melanjutkan hidup – kehidupan mereka dengan bijak? Pikiranmu itu belum sampai menembus sel-sel otak mereka ! camkan itu baik-baik. Sekali lagi, kamu masih belum menjadi candu, kamu masih belum menjadi kafein bagi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti palu godam yang besar yang langsung menghancurkan sendi-sendi kesadaranku. Apa yang telah saya lakukan? Apa yang telah saya lakukan? Beribu-ribu kali kalimat itu memantulkan echo-nya di kepalaku tanpa bisa menembus tempurung kepalaku. Saya adalah setitik debu diantara mahasiswa di lautan universitas yang kerjanya hanya mengikuti angin. Saya masih belum bermetamorfosis sempurna. Belum. Masih sangat jauh malah. Dan saya tak tau kapan sampai bisa kesana. Kapan saya bisa buat buku? Buku apapun modelnya. Kapan saya bisa mempubikasikan tulisan saya di media-media yang pangsanya besar. Kapan saya bisa menjadi pembicara di seminar-seminar atau workshop. Kapan saya bisa menjadi orang yang membedah sendiri buku ciptaanya. Sampai pertanyaan ke 1001, pertanyaannya masih dimulai dengan kata “kapan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat acara-acara di tv, membaca artikel seseorang di Koran-koran, membaca buku-buku, menonton film-film dan masih banyak daftar lainnya, saya dengan diri yang penuh kedunguan ini, kembali lagi disadarkan bahwa apa yang saya liat, baca, dengar,rasa, adalah “hasil karya” dari orang. Mereka sukses telah membuat saya menjadi konsumen yang setia. Saya tak menyadari, kalau sebenarnya, saya harus banyak-banyak meluangkan waktu tuk berkaya. Berkaya apapun bentuknya, yang bisa dinikmati orang banyak. Sungguh, mereka telah melenakan saya.&lt;br /&gt;Besok sudah akan ujian meja. Dan diri yang dungu ini masih meratapi dirinya yang masih belum mencerahkan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 12 Januari 2010 pukul 08.22 WITA. H-1 sebelum ujian meja………….&lt;br /&gt;Muhalim Dejes / metmet&lt;br /&gt;Fb &amp; Email: memet_buwanget@telkom.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-150986270080890277?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/150986270080890277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/150986270080890277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2010/01/curhat-calon-sarjana.html' title='CURHAT CALON SARJANA'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-4133810384156863506</id><published>2009-07-18T06:22:00.000-07:00</published><updated>2009-07-18T06:52:21.069-07:00</updated><title type='text'>Kesembilan Syracusian</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccoy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccoy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccoy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:646476656; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-956000128 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l1 	{mso-list-id:1826701669; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:214330976 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum menulis ini, saya masih saja heran dengan diri saya sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya selalu bertanya-tanya, mengapa untuk menulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang kenangan bersama sahabat-sahabat saya sendiri rasanya begitu sukar, bahkan hampir tak ada ide. Rasa-rasanya waktu saya menuliskan puisi buat Ohioans menjelang keberangkatan mereka ke Indonesia begitu mudah dan begitu mengalir. Walaupun saya tidak bersama mereka, karena saya hanya melihat foto-foto, video dan membaca wall mereka di FB. Saya yang hanya bertemu para Ohioans waktu PDO di Jakarta dan bisa membuatkan mereka puisi. Tapi teman-temanku yang bersama selama 8 minggu sama sekali tak ada cerita yang bisa kubagi dan kugambarkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Baru setelah 3 hari di kota tersayang (walaupun masik shock dengan segala kesemrawutan kota ini) baru saya mulai bisa untuk menuliskan mereka. Menuliskan segala apa yang bisa kutulis, apa yang bisa kembali kuingat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;-Saya mulai dengan ketua tim laki-laki&lt;/i&gt;. Namanya &lt;b style=""&gt;Bagus Handoko&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagus handoko atau yang biasa dipanggil dengan nama Bhe atau B atau Bee(kalau ini sangat benar, karena dia bisa menyengat wanita dengan monyongnya yang tajam, sampai-sampai bunga Lavender pun tunduk dan layu dihadapannya).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya masih tidak ada ide sama sekali apakah dia memang mempunyai jiwa kepimimpinan yang sejati atau tidak. Tapi saya tau bahwa pada awal-awal kami bersama dia, dia berusaha menjadi ketua yang penuh tanggung jawab dan berusaha menampakkan wibawanya. Semua hampir terkendali dan begitu bagus didalam kontrol dia. Saya pribadi merasa dia begitu bertanggung jawab ketika saya habis terjatuh di tempat ice skating karena berusaha mendorong Gunar (rasain lu met). Dia bilang, kalau saya menjadi tanggung jawabnya (walaupun dia harus meninggalkan si Lavender). Menemaniku tuk mencari shelter bus dan bersama-sama menuju ke dorm tercinta, Shaw Hall. Tapi kepemimpinannya mulai merenggang ketika dia benar-benar telah dimabuk cinta oleh si Lavender. Mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak memenuhi komitmen, membatalkan acara seenaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau bahkan tak acuh dengan anggota-anggota dan kegiatan yang akan dilakukan (hahahahahha..peace bhe). Jujur bhe, saya begitu berharap pada malam terkhir, kita menghabiskan waktu bersama-sama dan saling curhat-curhatan , which is , we even didn’t get that opportunity until now.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;I really do hope it happen. Tapi sayang kamu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sibuk dengan ‘bungamu’ , jadi tak ada yang koordinasi. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Oh iya, I love ur sketches.. Keep dig ur talent.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;NP: Hal terkonyol yang kamu lakukan adalah ketika kamu dengan PeDenya langsung keluar dari stage setelah nari Sajojo. Sapa suruh datangnya telat, jadi gak sempat ikut rehearsal. Week…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;-Berikut adalah ketua tim perempuan&lt;/i&gt;. Namanya &lt;b style=""&gt;Rezky Khoirina Torihoran&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rezky atau yang biasa dipanggil dengan QQ sampai sekarang masih menyimpan misteri buatku..saya masih wonder, kok bisa kamu selalu menyelesaikan semua jenis tes dengan begitu cepat? Entah itu dikelas, Michigan atau TOEFL. Anak medan ini memang hebat. Tapi kadang-kadang orangnya lebay. Kalo menceritakan sesuatu kadang-kadang berlebihan..hahahahha. Cukup banyak make perasaan, khususnya kalo berhubungan ma lelaki (ooopssss). Makanya dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa cepat ‘suka’ ma si ‘onta’. (Saran saya ki, kalo jadi perempuan itu, jangan terlalu sering menggunakan perasaan kalo berhadapan ma lelaki, nanti bakalan gak enak lho).^_^. Kadang-kadang bisa jadi kasar sekali (ingat gak waktu kamu cubit Muhyin di kamar kami?). kamu juga suka me-romanticize&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;everything.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;NP: Saya tak tau kapan saya akan foto memakai bando sambil minum kopi di Starbucks.hahahahha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;-Yang ketiga adalah teman sekamarnya si Bhe&lt;/i&gt;. &lt;b style=""&gt;Donal Fariz&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ini dia presiden yang tidak berhasil meyakinkan konvensi kalau Indonesian Day itu tidak perlu,hohohohoho, dan the first offender itu adalah saya. Dia mungkin adalah orang yang paling dewasa diantara kami bersepuluh. Tidak terlalu suka bercanda, tapi kalu bercanda kadang-kadang jayus (buka gorden ruang mandi lelaki, cerita yang hampir lucu dan menarik handuk ketika saya benar-benar tidak menggunakan apa-apa). Teman abadinya si Muhyin. Donal itu orang yang kalau cerita selalu diperpanjang (dasar, mentang-mentang anak hukum). Orangnya juga biasa lebay ketika sudah berhubungan dengan pacarnya, sampai-sampai Laptop muhyin diboyong kekamarnya sampai pagi hanya tuk YM-an bersama sang kekasih hati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;NP: Hal yang berani yang kamu lakukan adalah pergi ke ‘kota terlarang’ dengan membawa dua gadis-gadis itu. Gimana perasaan kamu, ribet gak bawa dua tuh makhluk? (ki, jus, peace..!!!)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;-Selanjutnya adalah teman kamar si QQ&lt;/i&gt;. &lt;b style=""&gt;Jusni&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Anaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semangat sekali dalam pelajaran, semua tugas benar-benar well prepared. Sampai-sampai dia mengkhianati saya dan QQ tuk ikut dekelasnya si Gery dan telat ikut latihan sebelum Indonesian day. Terkadang anaknya manja, cukup keras kepala dan kadang gak bisa baca situasi.hahahahha (kalo mau komen entar aja jus). Paling suka difoto tapi jarang mengambil foto orang :P. Orangnya cepat sedih kalau dapat nilai jelek dalam pelajaran. Lumayan cerewet, dan biasa bicara hal-hal yang gak penting dalam kelas (sampai Daniel bilang kamu lucu ^_^). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;NP: harus konsisten dalam masalah percintaan (kamu tau kan maksudku..^_^)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;-Yang kelima adalah teman abadinya si Donal&lt;/i&gt; : &lt;b style=""&gt;Muhyin&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kadang exciting skali kalau menemukan hal baru (just like me) dan suaranya juga kadang besar sekali kalau ketawa (sekali lagi just like me). Anak ini paling malas buka pintu kalau ada orang yang berkunjung ke kamar dan tidak bisa lepas dari chatting walau sehari. Katanya si Dendi sih, orangnya gak romantis, saya gak tau dia lihat dari sisi mana, tapi kayaknya benar deh. Kalau dia punya pacar, pasti dia gak romantis (hehehehe). Mukanya aneh karena tidak diterima di setiap ras bangsa apapun. Di Indonesia nggak, di cina nggak, di korea nggak apalagi di amerika. Punya kemampuan yang bagus dalam mengekpresikan kekesalan, karena dia langsung blak-blakan (tidak sama dengan beberapa orang yang kadang menyimpannya dalam hati). Selalu bilang lapar..lapar..lapar..tapi tidak gemuk-gemuk juga, justru yang tambah gemuk adalah teman sekamarnya. Barang bawaanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hampir mrngalahkan si gunar dalam segi ketidakefisienan, sampai-sampai bawa sendalnya 2 dan sepatunya 3 (tapi jangan khawatir yin, tissue yang kamu bawa berguna kok.hahahaha). suka stretch kalo bangun tidur sambil mengeluarkan suara yang tidak penting, apalagi kalau baru bangun pagi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;NP: Thanks telah menjadi teman sekamar yang baik. Saya tau pada akhir-akhir kebersamaan kita, hubungan kita agak renggang. Tapi itulah hidup. ~_^…still, I love u …muacchhhh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;-Daftarberikutnya adalah&lt;/i&gt; &lt;b style=""&gt;Ima fitriah&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mmm….pusing mau mengambarkan ima seperti apa. Tapi yang jelas, dia itu orangnya introvert. Rajin tuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Orangnya juga begitu independen dan tidak terlalu suka dengan kami-kami kalau kebanyakan bercanda. Orangnya tidak muluk-muluk karena sukanya sama produk dalam negeri (looo..hayo..).sejauh yang saya lihat, Ima itu orang yang cukup pekerja keras. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;NP: Masukan saya adalah, agar Ima menjadi pribadi yang lebih percaya diri, lebih terbuka dan flexible dalam pergaulan..:D. oh iya, ungkapkan apa yang mau diungkapakan, mumpung produknya barang lokal..hahahahhaa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;-&lt;i style=""&gt;Teman sekamarnya si Gunar&lt;/i&gt;. &lt;b style=""&gt;Dendi Wijaya&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika bercerita tentang orang ini, maka akan ada beberapa soundtracks yang akan mewakili dirinya seperti:&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yuta..yuta      yuta yuta..yuta yuta shimada…..2X&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berkibarlah,      bendera negeriku (rambutnya terus berkibar)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Muka      dendi jelek….&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sampai sekarang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih misteri bagiku, bagaimana caranya sehingga rambut Syracusian yang satu ini terus berkibar. Kebiasaannya juga kadang-kadang aneh, duduk sendirian di Bus atau duduk sendirian di dining hall. Orangnya enak diajak bercanda karena dirinya selalu ngeles dengan komen yang tidak terduga-duga. Tapi pas ketawa, matanya tidak kelihatan, entah disimpan di organ tubuh bagian mana. Pas senyum, bibirnya selalu dibuat imut-imut gitu, kadang-kadang bikin jijay deh :P . Dendi adalah tipe orang yang tidak ribet, orangnya simple dan bicara begitu bersemangat ketika sedang mengemukakan pendapatnya. Dia juga satu-satunya orang yang tidak pernah digosipkan jatuh cinta, menyukai dan disukai seseorang atau punya friksi antara sesama kesepuluh syracusian. Sampai sekarang saya tidak tahu alasan mengapa dia begitu jijik melihat saya menari konyol di depannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;NP: Pelajaran yang paling penting yang saya ambil dari kamu adalah ketika masih di Jakarta, menjelang keberangkatan. Ingat soal keluhan saya kepada orang tua? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;-Wanita yang paling dewasa diantara ladies-ladies&lt;/i&gt;. &lt;b style=""&gt;Umma Aula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ini dia wanita tempatku curhat. Saya tak tau juga kalau dia bisa menyimpan rahasia atau tidak, tapi yang jelas keesokan harinya, temen-teman sudah pada tau kalau semalam saya sempat curhat ma dia (mudah-mudahan isi pembicaraannya tidak dibocorkan.amin...). Orangnya tidak macam-macam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan punya minat yang besar tuk jadi seorang psikolog atau motivator. Tapi kadang mulutnya tajam juga ketika menyindir seseorang…hehehehhe..walaupun sudah berusaha diutarakan secara halus. Tapi itu bagus ma, daripada membicarakan orang dibelakangnya :D. Tatapan matanya kadang-kadang menyebalkan, soalnya dia telah dikutuk dengan mempunyai tatapan mata yang sinis. Walaupun dia sebenarnya punya mata yang indah..(jangan GeEr mbk…). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;NP: Terima kasih atas waktumu tuk dengarkan saya. Saya akan berusaha merubah diri lebih maksimal lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;-Yang kesembilan , yang terakhir&lt;/i&gt; : My Gunar. &lt;b style=""&gt;Dzulgunar Muhammad Nasir&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;My gunar, the best of mine. Saya punya banyak cerita tentang kamu. Kadang-kadang saya berpikir untuk mencoba menjadi diri kamu selama sehari karena saya mau mencoba melihat dunia dari sudut pandang Gunar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gunar ini adalah orang yang paling solid diantara kami bersepuluh. Paling perhatian, lucu dan paling banyak ambil foto :D. Saya tau ada waktu dimana Gunar sepertinya kesal entah terhadap siapa atau terhadap apa. Tapi Gunar tak pernah (atau saya yang kurang bisa membaca) mengutarakannya. Gunar adalah orang yang begtiu telaten mengajarkan Tarian Saman kepada kami-kami orang yang begitu banyak bercanda. Terimakasih atas tarian yang indah itu. Oh iya, ada banyak kosakata baru yang berasal dari orang yang satu ini. Kosa katanya dikompilasikan dalam buku yang berjudul ‘Gunarism Dictionary’ (dapatkan segera di toko-toko gaib terdekat di kota anda).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada beberapa soundtracks yang berkaitan dengan Gunar, diantaranya:&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mariama..mariama..ta’dundung      ta’ta’ dundung….2X&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;aaaAAAAAaaa…UUUuuuUUUUuu….UUU      (Jacko, Earth Song )&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Baby I      can see u hello, u are my saving grace……&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang ini bagus sekali kalau dibungkus terus dipajang dan sekali-sekali diajak bicara kalau lagi bosan..(maafkan saya nar). Tipe wanita yang dia suka adalah wanita yang berpakaian sopan dan tak jauh-jauh dari daerah asalnya, yaitu tipikal wanita aceh. Saya dan Gunar punya lambing persahabatan, yaitu Squirrel yang lagi berlari-lari di taman kampus (trims atas video itu). Nama squirrel itu adalah Ranug dan Milahum. Mudah-mudahan pertemanan dan persaudaraan kita dapat terus terjalin seperti keakraban squirrel itu yang saling kejar mengejar. I love u so much…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;NP: Hal yang paling berkesan adalah kebaikanmu pada malam menjelang keberangkatan menuju ke Indonesia. Waktu saya sakit kepala dan hampir muntah, kamu sibuk ambilkan obat dan bahkan bermalam di kamarku. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;I do appreciate it. Really…..satu lagi, nanti kapan-kapan insyaallah saya kirim kacang buatan mamaku. Mudah-mudahan bisa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Kesembilan temanku, Kesembilan syracusian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Tak tau kapan bertemu lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Hanya melalui foto dan video saya bisa menggapai kalian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Ketika jauh dinegeri orang, kalianlah yang menjadi keluargaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Terima kasih atas pelajaran yang diukir oleh kalian diatas kanvas hidupku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Kata Sheila, smoga kita bisa menjadi kisah klasik tuk masa depan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Kata saya, smoga perteman dan persaudaraan ini akan tetap terjalin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Walaupun kekejaman jarak memisahkan kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Kata saya, kalian telah membuat lubang dihatiku ketika berpisah dengan kalian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Karena kata saya, kalian Syracusian-ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Kalian irreplaceable…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-4133810384156863506?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/4133810384156863506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=4133810384156863506&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/4133810384156863506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/4133810384156863506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2009/07/kesembilan-syracusian.html' title='Kesembilan Syracusian'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-323288525298016644</id><published>2009-07-03T20:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T20:47:46.563-07:00</updated><title type='text'>Masih Mencari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pagi ini masih menggenggam pasir, dan pasir itu terus mencari celah tuk lari dari genggamanku; mulai dari sela-sela jemari antara kelingking dan jari manis; hingga antara jari telunjuk dan jempol.&lt;br /&gt;Kemudian akan ada keputusan apakah saya berhasil tuk menggenggamnya atau justru banyak melepaskan pasir-pasir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini masih melakukan kesalahan yang sama dengan yang kemarin. masih belum tau caranya tuk membuatnya lebih solid, agar tak lepas dari tanganku. sekali lagi, saya tak pernah dan buruk dalam melakukan persiapan..kadang saya berpikir, kalau upaya tuk mempersiapkan sesuatu, juga merupakan salah satu bakat yang tidak dmiliki semua orang.termasuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini. Kembali lagi menengok tangan kananku yang terisi dengan sangat sedikit biji-bji emas yang begitu halus, yang sangat gampang lolos dari kepalan tanganku. saat di mesjid, kemudian merefleksi kembali, kenapa tangan kiri ini lebih giat dalam mengumpulkan pasir daripada butiran emas di tangan kananku?saya selalu merasa terpukul ketika butiran-butiran pasir selalu lari menyelundup dari tanganku, tapi jarang terpukul jika hal yang sama terjadi pada butiran-butiran emasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Siang ini, masih dengan refleksi-refleksi.kemudian&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;, moment 'aha' datang lagi.berbincang dengan teman yang mengatakan kalau saya adalah orang yang berbakat tuk tidak dibenci, lalu dia berbincang tuhan. tuhan baginya tidak ada, dan dia tidak pernah menemukannya.dia bertindak sangat ramah,sopan dan tak pernah menyakiti orang lain..tapi dia berpikir bahwa apa yang dia lakukan sama sekali tak ada unsur campur tangan tuhan di dalamnya.dia berbicara dengan begitu polosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Malam ini berharap semangat bisa kembali, karena saya punya tujuan. teman saya tadi menggenggam banyak pasir ditangan kirinya tadi pagi, tapi dia tidak punya apa-apa yang digenggam di tangan kanannya. ingin rasanya memperlihatkan ke dia kalau sekarang saya menggenggam butiran emas di tangan kanan saya. tapi saya takut dia justru menyalahartikan tindakanku itu.ingin rasanya tuk sama-sama menggenggam emas. tapi sulit, karena kami hampir berpantomim.jangan-jangan,&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt; yang terjadi nanti justru distraksi.dan itu susah tuk menjelaskannya melalui catatan, karena dia sama sekali tidak tau persis apa yang ia cari dan apa yang tangan kanannya akan dia ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terus mencari dan menyeimbangakan antara 'tau' dan 'gerakan motorik'.&lt;br /&gt;masih terus mencari cara jitu menyeimbangkan antara 'emas' dan pasir'.&lt;br /&gt;masih terus mencari cara menemukan 'minat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; selalu memberikanku teguran.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dia&lt;/span&gt; memberikan rantai kejadian hari ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rabb&lt;/span&gt; yang maha berkuasa dan berencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini bukan alasan tuk mengabaikan isi genggaman tangan kanan dan kiriku.&lt;br /&gt;besok juga bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=258595&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=96698381940&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=96698381940&amp;amp;id=1592173409"&gt;&lt;img style="width: 130px; height: 164px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs106.snc1/5051_1113695094552_1592173409_258595_6242586_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=258596&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=96698381940&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=96698381940&amp;amp;id=1592173409"&gt;&lt;img style="width: 129px; height: 164px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs106.snc1/5051_1113695254556_1592173409_258596_3899692_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-323288525298016644?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/323288525298016644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=323288525298016644&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/323288525298016644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/323288525298016644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2009/07/masih-mencari.html' title='Masih Mencari'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-2452667361322353441</id><published>2009-07-03T20:21:00.000-07:00</published><updated>2009-07-03T22:19:55.186-07:00</updated><title type='text'>Bumbu-Bumbu di Sini (Syracuse,10 Juni 09)</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya mulai dengan bumbu yang&lt;b&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;pedas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini, saya tidak bisa bergerak, terpaksa mata saya dibuka..perasaannya itu bagai orang yang hanya 2 jam tidur lalu dipaksa bangun...lalu mengejar ketertinggalan...&lt;br /&gt;Itu yang saya peroleh disini...sadar diri kalau kita secara individu dan orang-orang secara kolektif sesungguhnya punya banyak kekurangan. Saya harus menerima bahwa saya adalah pembelajar yang lambat dan kebanyakan mengeluh. Saya tak tau, kemana selama ini ilmu yang telah saya pelajari..benar-benar pukulan telak...&lt;br /&gt;Saya yakin, banyak pepatah yang bisa menggambarkan pengalaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berikut adalah bumbu yang &lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;hambar&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(0, 51, 51);"&gt;pahit&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; Berada ditengah-tengah manusia yang memiliki beragam corak warna kulit, pemahaman atau cara kami mengucapkan kata-kata dalam bahasa inggris yang berbeda. tapi ketika kami tertawa, kami melakukan ekspresi yang sama.ketika kami tak paham dan kesulitan menjawab, ekspresi kami hampir sama.&lt;br /&gt;ya, betul kalau manusia dimana-mana dasarnya sama.berada disini membuat mataku benar-benar terbuka sekarang.&lt;br /&gt;tapi mengapa sebagian mereka tidak memiliki tujuan? (baca: katakanlah,mereka tak tau Tuhan mereka)। sangat betul kalau ini kali pertama saya bisa berbincang dengan orang yang tak beragama. sangat betul kalau dinegerikupun, saya banyak mendengar tentang hal-hal tersebut. tetapi kenapa pada saat saya tau, hati saya bergetar?dan itu bergetar karena merasa miris.sedih.hatiku bagai ditumpahkan cuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bumbu yang &lt;b style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;asin&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saya pada dasarnya suka asin, jadi mari berbincang asin sebelum bicara yang manis.karena dimanapun, manis sepertinya disukai dimana-mana.&lt;br /&gt;sekarang sudah canggih, manusia sudah bisa buka youtube atau menggunakan google.kita bisa melihat hal-hal yang sangat jauh dari kita langsung dari kamar kita.&lt;br /&gt;tapi ini adalah ini. dan saya berada dis'ini' sekarang.&lt;br /&gt;lagi-lagi, tak henti-hentinya saya petik banyak hal disini..&lt;br /&gt;okelah, kalau negeri ini individualis dan punya pajak yang tinggi. tapi disini kamu akan melihat bangunan yang tertata rapi, supir bus yang sangat bertanggung jawab, atau orang yang akan sekedar berkata 'how are u doin'?&lt;br /&gt;saya sampai merasa 'gemes' melihat negeriku sendiri. tapi sebenarnya untuk mengubah, jawabannya pun klise. kembali lagi ke kesadaran warganya..kita bakal kembali lagi ke 'pendidikan'. ke 'self awarness'.&lt;br /&gt;katakanlah kalau memang mereka kekurangan 'spriritual' (tak perlu ditanggapi bahwa saya menjustifikasi seenaknya). tapi mereka secara sosial sangat beradab.mereka tak sungkan-sungkan menahan pintu agar orang yang dibelakangnya bisa lewat, atau mereka bekerja dengan sangat professional. bahkan mereka mengadopsi ajaran agamaku dengan mengatakan 'blessing you' ketika saya bersin.&lt;br /&gt;Cerita lain lagi ketika saya bertanya ke anak kecil yang ibunya orang indonesia dengan menanyakan tentang makanan yang tidak disentuhnya dengan mengatakan 'u don't like it?' dan kemudian secara mengejutkan (bagiku), dia menjawab,..'not for me'....saya kira kita semua sepakat kalau kata-kata yang diucapkannya tidak hanya menjawab pertanyaanku, tapi juga mengandung etika, tidak menyinggung bahkan sesuai dengan ajaran agama kita yang mengajarkan kita untuk selalu berkata yang baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bumbu yang &lt;b style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;manis&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bumbu yang manis saya peroleh dari akumulasi bumbu yang pedas, hambar, pahit dan asin. walaupun harus begadang tuk kerja tugas setiap hari. tapi secara keseluruhan, disini manis. saya tidak hanya punya teman dari berbagai penjuru nusantara. tapi saya punya teman yang berbicara arab, kyrgist, cina, atau jepang. saya telah berada di ruang pesawat yang membawa waktu yang tak jelas,,,beberapa jam yang lalu baru subuh, tapi beberapa jam kemudian telah sore. saya berada di salah satu daerah dingin di negeri ini.saya ke best buy dan nonton play (opera).saya sholat magrib jam 8.30.saya makan banyak ice cream dan strawbery. saya pake ID Card yang bisa dipake makan dan masuk ke hall.pake koneksi internet yang sanagt cepat.berada dalam tabble manner yang beda, atau tradisi toilet yang beda.&lt;br /&gt;saya ketemu muslim dari banyak negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini &lt;b&gt;'&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;manis&lt;/span&gt;'&lt;/b&gt;.......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-2452667361322353441?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/2452667361322353441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=2452667361322353441&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/2452667361322353441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/2452667361322353441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2009/07/bumbu-bumbu-di-sini-syracuse10-juni-09.html' title='Bumbu-Bumbu di Sini (Syracuse,10 Juni 09)'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-8078144698307884178</id><published>2008-07-10T07:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-03T22:20:34.553-07:00</updated><title type='text'>APA YANG DIPEROLEH DARI BERITA KEMATIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/dscn6941.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/dscn6941.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-17.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-18.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-19.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-20.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Yang katanya sempurna karena akal budinya. Yang katanya sempurna karena sebaik-baik makhluk. Yang katanya (dan sebenarnya) bereksistensi karena diperintah untuk beribadah. Yang katanya selalu dualis, baik atau buruk.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-5.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-6.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-7.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-8.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-9.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-10.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-11.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-12.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-13.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-14.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-15.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/LAB%7E1.KOM/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-16.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;Manusia. Alam ruh, dunia, alam kubur, alam barzah. Bagi yang sedang membaca ini, maka alam yang kedua adalah tempatnya. Tersusun secara rapi, takdir manusia memang tidak dapat diganggu gugat. Manusia ditempatkan di bumi. Bumi yang telah ditentukan baik buruknya. Bumi yang memediasi alam kedua maupun alam ketiga. Jika seseorang berpindah dari ranah kedua ke ranah ketiga, maka manusia yang lain bisa merasakannya. Manusia yang lain bisa merasa menang. Manusia yang lain bisa bersedu sedan. Manusia yang lain bisa menjerit histeris. Manusia yang lain bisa menjadi lebih arif. Manusia yang lain bisa lebih khusyuk dalam beribadah. Lebih paham dengan dosa dan amalannya. Lebih paham tentang takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua akan menuju kesitu, karena hidup ini sentrifugal, bukan sentripetal. Hanya masalah waktu. Kita menabung usia kita pada celengan yang tidak elastis, tidak bisa ditawar-tawar dan ditambah volumenya. Dimana tiap anak manusia memiliki ukuran celengan sendiri-sendiri. Tapi kita terkadang lalai, selalu menabung, tanpa memperhatikan apa yang ditabungnya itu memang berharga sebagai modal yang akan dibawanya kelak, kurang, atau tidak sama sekali. Kita pada umumnya tidak sadar melihat apa yang kita tabung, dan berapa nominalnya dalam satu koin usia. Padahal ukuran celengan kita sendiri belum diketahui sama sekali. Karena celengan itu absurd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kematian dekat dengan manusia, maka yang hadir adalah interpretasi beragam. Memang sudah ajalnya. Memang orang baik, jadi mati muda. Memang sudah tua. Memang orangnya yang cari mati. Memang orangnya yang tidak jaga kesehatan. Memang terlalu berbahaya jika orang itu masih hidup. Dan masih banyak memang memang yang lainnya. Ada saja pemikiran yang timbul. Ada saja hati nurani yang terketuk. Kematian menjadi pelajaran bagi sebagian yang lain. Karena hidup kadang mengaburkan pelajaran-pelajaran berharga yang seharusnya kita petik. Sedangkan kematian yang singkat bisa menjadi sangat berarti. Karena dia datang tanpa memperhatikan stratifikasi sosial, harta, waktu, kelompok, jumlah SKS yang telah diselesaikan, gelar, dosa, jenis kelamin, amalan, agama, dst dst. Kematian memberikan gambaran bahwa segala sesuatu pada akhirnya akan kembali kepada pemiliknya, melalui jalan yang tidak diduga-duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi buruh adalah proses. Menjadi rektor adalah proses. Menjadi ulama adalah proses. Menjadi mati juga adalah proses. Semua makhluk hidup akan mati. Dia itu bukan kemandekan dan bukan tahap menuju reinkarnasi. Karena dia jembatan menuju kekekalan. Mengingat peristiwa kemarin, ketika dua hal yang kontras terjadi. Ketika teman saya yang dipanggil ke pangkuan-Nya, dan ketika saya menghadiri pesta pernikahan teman saya pada hari yang bersamaan. Almarhum meninggal menuju ke kehidupan yang baru. Kedua mempelai juga menuju ke kehidupan yang baru. Semuanya adalah proses. Bedanya, ketika kita mati, kita tidak dapat berbuat amal-amal kebajikan lagi karena celengan kita telah penuh. Tidak ada lagi cengkrama, Stukom, diskusi, shalat, makan siang, atau pergi ke Malioboro. Almarhum dimandikan dengan air tawar, tidak mandi sendiri di air asin pantai Kuta. Tidur di dalam tanah, bukan diatas tempat tidur kapal Labobar. Tidak pula bertiga tetapi sendiri. Tetapi dia menjadi pelajaran berharga bagi kami yang masih hidup. Hidup dalam rel yang belum pasti menuntun kearah mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dan mati. Yin dan Yang. Baik dan buruk. Hitam dan putih. Harum dan busuk. Benci dan sayang. Semua akan dialami. Kematian adalah proses. Kematian itu transformasi. Kematian itu pelajaran. Kematian itu anomali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kugambarkan lukisan itu di kanvas yang tak bertuan, ya, karena saya melakukannya pada semua orang&lt;br /&gt;Kulukiskan ruang waktu ini dalam bentuk yang absurd, dalam bentuk yang relatif&lt;br /&gt;Adakah kematian dapat ditawar atau ditunda. Adakah kemungkinan saya hidup seribu tahun lagi.&lt;br /&gt;Ataukah benar bahwa hidup ini hanya bagaikan kedipan mata.&lt;br /&gt;Melalui belati ini banyak yang menggunakannya karena sudah muak.&lt;br /&gt;Melalui samurai ini akan dilakukan hara-kiri demi kehormatan&lt;br /&gt;Tetapi saya memilih untuk tinggal. Tinggal dan mengingat. Tinggal dan beribadah.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;(teruntuk teman/sahabat yang telah menuju ke haribaan-Nya. Teruntuk satu tapi bermakna. Almarhum Ishak Umar)&lt;br /&gt;Rabu 9 Juli, 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-8078144698307884178?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/8078144698307884178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=8078144698307884178&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/8078144698307884178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/8078144698307884178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2008/07/apa-yang-diperoleh-dari-berita-kematian.html' title='APA YANG DIPEROLEH DARI BERITA KEMATIAN'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-7253212522786490720</id><published>2007-12-18T19:43:00.000-08:00</published><updated>2009-07-03T19:14:46.399-07:00</updated><title type='text'>lokal-global, sederhana-kompleks</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://scienceinyoureyes.memphys.sdu.dk/scales1.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://scienceinyoureyes.memphys.sdu.dk/scales1.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya memulai banyak hal tanpa perencanaan. belakangan, baru saya ketahui kalau semua ternyata telah terencana sedemikian rupa.mulai dari bilangan biner 0&amp;amp;1 yang ternyata mengendalikan hampir semua bentuk teknologi.keyboard yang kita tekan setiap hari ternyata menerjemahkan tindisan jari-jemari kita dengan dua bilangn itu. hal yang sangat sederhana, begitulah adanya. semua hal-hal yang kompleks bermula dari hal-hal yang sederhana. tapi itu bukan berarti saya lantas  memercayai teori evolusi darwin. saya memercayai bahwa manusia berasal dari sperma, saya memercayai bahwa manusia berasal dari tanah dan kemudian ditiupkan roh kepadanya. tapi saya tidak bisa mengimani begitu saja bahwa asal makhluk ini berasal dari satu sel tunggal, yang berkembang sedemikian rupa menjadi sevariatif yang bisa kita saksikan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu menjadi kata pengantar bagi saya untuk memahami berbagai masalah dalam hidup ini. hukum sebab-akibat. terlalu banyak hal-hal transendental yang tidak bisa dijelaskan oleh alam pikiran dan logika manusia. mulai dari teori big bang yang prosesnya berkembang sedemikian rapi ,teratur, dan mengagumkan, teori garvitasi yang terbantahkan oleh adanya batu melayang, hingga teori memetika yang ternyata sudah dijelaskan beberapa abad yang lalu oleh agama Islam, agama yang mulia ini,bahwa jika engkau ingin menilai seseorang, maka lihatlah siapa yang menemani ia duduk (kurang lebih, begitulah redaksi kalimatnya). mungkin beberapa orang yang membaca kalimat terakhir itu menilai bahwa itu adalah unqualified assertion, pernyataan yang juga sangat superfisial. Tetapi ternyata, belakangan, itu dijelaskan oleh unit terminologi otak kita.bahwa kita memiliki 'meme' dalam otak yang dapat dengan mudah mereplika pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. dan saya rasa, filter yang cukup kuat bukanlah menjadi excuse bagi kita untuk menjadikan bahwa itu adalah bukan merupakan sebuah masalah. karena filter juga merupakan bentuk dari pengaruh bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesederhaan itu pula yang membuat saya percaya bahwa kita memang harus selalu bercermin pada diri kita. hal-hal yag kompleks dalam hidup, problematika, dan segala bentuk 'ketidaksukaan' sangat besar kemungkinan berasal dari dalam diri kita. hal-hal sederhana yang telah kita lakukan. tapi kita cenderung berkonsentrasi pada hal-hal yang kompleks,merasa cukup untuk melakukan perubahan yang besar.ketika beberapa hal mengalami stagnasi, maka beralihlah kita untuk menyalahi sesuatu atau seseorang. kita begitu rajin menyalahkan pemerintah,menyalahkan masyarakat, menyalahkan pendidikan, atau menyalahkan hal-hal yang belum tentu salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya pernah membaca buletin yang di postkan teman saya di friendster saya, ketika dia mempublikasikan bahwa ia tidak menyukai hari senin.berawal dari 'kesialannya' kehilangan flash disk, yang menyebabkan ia akan mengalami masalah untuk melanjutkan ujian finalnya.mungkin secara tidak serius ia mempublikasikan buletinnya,mungkin itu hanyalah bentuk ekspresi dan emosi sesaatnya. tapi kembali lagi ke masalah memetika, dimana 'meme' manusia bisa mereplika pengaruh dari luar. bisa saja, 'secara tidak kebetulan' seseorang membacanya kemudian dia merefleksikan cerita itu kedalam dirinya, dimana secara tidak kebetulan pula, dia mengalami hal-hal yang tidak disukai yang terjadi pada hari senin. tentu saja,dengan dukungan 'meme', dia menjadikan itu sebagai pembenaran. dia justru tidak menyalahkan keteledorannya dalam menjaga properti miliknya. tidak melihat kedalam dirinya, tetapi langsung mencari objek untuk disalahkan. hal itu banyak berlaku pula pada penyalahan terhadap datangnya banjir tiap tahun, korupsi,kenaikan harga minyak bumi, kampus yang tidak berkualitas, atau ketidakputihan kulit kita yang menyebabkan kita kurang disukai oleh siapapun. kita lantas mencari-cari dan menerka-nerka.kita terkadang lupa bahwa kita memiliki 'aku'.bahwa kita yang mengendarai kedua kaki ini, dan menggerakkan kedua tangan ini. tapi saya kemudian memahami hal yang lain lagi. bahwa manusia memiliki sifat dasar untuk feel security, mencari rasa aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi mental untuk menyalahkan itulah yang banyak kita warisi dan mengalir di gen kita. saya kembali teringat pada perencanaan-perencanaan itu. mungkinkah saya bisa merencanakan untuk membuat orang lain membuang pewarisan sifat itu? jawabannya, pasti tidak.karena saya berencana terlalu besar. saya harus memulai dari diri sendiri.hal-hal sepele yang bisa saya jewantahkan. kita memiliki otak yang begitu mengagumkan. kita memiliki kesadaran, hati dan perasaaan. hal yang bahkan malaikat pun tidak memilikinya. maka benarlah pernyataan yang menyatakan bahwa manusia itu dikatakan sempurna karena ketidaksempurnaanya. karena ia pedang bermata ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita mewarisi sifat-sifat itu. hal itu menyadarkan saya untuk membuat silogisme ini:berawal dari rumit ke kompleks, dari lokal ke global.&lt;br /&gt;akhir kata, manusia terkadang membutuhkan momen-momen pembebasan jiwa. pembebasan untuk terlepas dari dunia yang begitu mengekang ini.......!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-7253212522786490720?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/7253212522786490720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=7253212522786490720&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/7253212522786490720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/7253212522786490720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2007/12/saya-memulai-banyak-hal-tanpa.html' title='lokal-global, sederhana-kompleks'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-8406946980396968751</id><published>2007-11-01T06:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-03T19:15:11.807-07:00</updated><title type='text'>imagosentris</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imagosentris, begitu Dee memberi judul pada salah satu artikel di bloggernya. Dari kata image, Dee menggambarkan manusia sekarang yang terpusat pada image, pada citra. Kadang-kadang dia mengatakannya dengan ‘bedah citra’, dan yakinlah kalau kau tidak akan menemukan bentuk kata ini di kamus manapun. Pada masa ini, yang kata orang adalah zaman postmodernisme, segala hal berlaju dengan sangat cepat. Era informasi, komunikasi dan teknologi, telah mengantarkan pada babak baru era yang lainnya. Satu hal yang pasti yang diketahui sekarang, bahawa kita sedang menapaki era ekonomi budaya, bias dari era sebelumnya. Dimana fashion, seni, atau budaya itu sendiri berputar sebagai pilar ekonomi. Kita tidak tahu bahwa klimaks dunia ini akan seperti apa atau kapan terjadinya. Tapi kita bisa melihat kalau Armageddon, Deep Impact, kiamat Sudah Dekat, adalah bukti nyata bahwa manusia itu dengan cukup optimis mengimani bahwa kiamat benar akan datang. Entah laju era itu melaju bagaikan kurva parabola, fluktuatif, atau datar-datar saja. Tetapi yang bisa kita simpulkan bahwa laju image itu sendiri berjalan bagaikan kurva parabola. Terus menanjak dalam konotasi yang masih dipertanyakan, positif atau negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada fir’aun yang mengukukuhkan imagenya sebagai penguasa dengan mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan. Ada kaum Jewish (Yahudi), yang memonopoli image bahwa mereka adalah bangsa terbaik, manusia terbaik. Karl Marx yang sosialis, Marlyn Monroe si ‘bom sex’, hingga duo Ratu yang harajukuis (begitu saya menamakannya). Dikalangan pemuda, lahirlah anak Punk sebagai potret image anti kemapanan, harajuku yang independen, Pemuda Pancasila yang nasionalis, atau Green Peace si pencinta alam. Masyarakat tradisional yang ingin dibilang ‘Dg.Haji”,Petta, Puang, priyayi, atau keturunan darah biru. Semua hal ini sah-sah saja, selama tidak menjadi hiperbolis memuakkan dan tidak mengganggu ketentraman orang lain. Di era ekonomi budaya ini, image telah terprogram dan terintegrasi dalam setiap processor kebanyakan manusia. Pertempuran informasi telah membuka glamournya dunia yang tak terhijab. Image yang diciptakan hanya sedikit yang berkaitan dengan integrasi ilmu, budi pekerti, atau integrasi-integrasi lainnya yang lebih urgen. Tetapi image yang dibangun kebanyakan oleh individu, tidak lebih pada sebatas performa, fashion. Sindrom raksasa ini mampu mengubah hampir semua perwajahan tempat-tempat umum menjadi karpet merah. Semua ingin menjadi seperti artis. Alih-alih menjadi manusia yang bijak dan cerdas dalam menentukan pilihan, yang ada adalah pola konsumerisme yang overdosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang perwajahan akan sulit habisnya. Seperti kata dewi lestari,Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia. Image yang terus dibangun bahkan berdampak pada pengrusakan lingkungan dalam skala yang cukup besar, dan itu adalah pernyataan yang tidak berlebihan. Seperti wajah kota-kota modern yang dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan bermesin. Atas nama image dan modernisasi, orang-orang berlomba-lomba untuk mengunakan Jaguar mewah atau Ducati terkeren, tanpa pernah berpikir bahwa gas CO2 yang dilepaskan diudara, melahirkan badai El-Nino, tsunami, Katrina, musim panas terparah di Eropa sepanjang sejarah, rusaknya gletser, atau matinya beruang-beruang kutub karenya mencairnya es tempat kehidupan mereka. Isu pemanasan global bukan lagi sebuah hipotesis, tetapi sebuah fakta yang faktual. Tetapi tampil mentereng, memang lebih memuaskan manusia-manusia sebagai desire machine, daripada menghirup udara yang bersih dan segar. Mari kita sesekali bercermin pda Jepang, penyumbang polusi sedikit, tetapi tetap dalam wajah modernitas. Pajak kendaraan pribadi yang sangat tinggi menyebabkan masyarakatnya yang lebih memilih kendaraan umum. Love pedestrian. Mari kita mencintai jalan kaki. Saya pribadi, selalu menggunakan kendaraan pribadi dalam beraktivitas, karena jarak rumah yang cukup jauh. Tetapi saya dapat berkontribusi dengan berjanji untuk tidak sering keluar dengan menggunakan kendaraan, jika tujuannya bukan untuk hal-hal yang penting. Banyak cara yang bisa kita lakukan, seperti memilih sepeda,menanam pohon, menggunakan AC seperlunya, atau bahkan menggantinya dengan kipas angin. Tidak perlu menunggu pemerintah, tapi mulailah dari setiap individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti bilangan kompleks. Bilangan real dan bilangan imajiner. Saya selalu mengasosiasikannya dengan pelaku image dan image itu sendiri. Akar (-1) adalah bilangan imajiner. Hasilnya sulit dideskripsikan tapi sebenarnya dia ada. Ketika bilangan ini berlipa-lipat, maka niscaya kita bisa melihatnya dalam bentuk real. Pakaian adalah bilangan real yang akan mengasilkan image (bilangan imajiner).ketika intensitas mengganti dan membeli pakaian-pakaian baru dilakukan atas nama selera dan nafsu, maka yakinlah kalau akan terjadi eksploitasi alam yang berlebihan. Hal yang tidak pernah dipikirkan oleh pelaku image tapi sebenarnya terjadi. Hasil dari perburuan ‘image’. Mari kita sejenak melepas ke-aku-an dalam diri kita. Tidak menjadi subjek tetapi objek. 0bjek yang kita sendiri dapat mengobservasinya. Objek yang menyadari penuh bahwa tidak hanya bilangan real yang ada, tetapi juga bilangan imajiner. Tidak mencoba untuk berburu image, tapi benar-benar melakukan perubahan fundamental konstruktif. Mari bersam kita cerdas.&lt;br /&gt;Memet_buwaned@telkom.net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-8406946980396968751?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/8406946980396968751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=8406946980396968751&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/8406946980396968751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/8406946980396968751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2007/11/imagosentris.html' title='imagosentris'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2350812722158310661.post-9036705967225676856</id><published>2007-09-05T18:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-03T19:15:41.300-07:00</updated><title type='text'>ROMANTIS OVERDOSIS (dari filosofi kopi)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;valentine's day menjadi acara yang begitu populer di zaman sekarang ini.establishment perayaaan ini telah beberapa kali terkonversi dari perayaan keagamaan hingga menjadi hari hari kasih sayang.berbagai macam simbol2 kemudian muncul untuk merepresentasikannya.mulai dari hal2 yang berwarna pink, bunga coklat,greeting card, bahkan sampai hubungan badan!!!! na'udzu billah min zdalik....orang2 terhanyut dalam perayaan ini yang mengatasnamakn cinta dan kasih sayang.penyambutannya bahkan jauh lebih hebat daripada penyambutan tahun baru hijriah.dimana kehidupan isalm sekarang??ROMANTIS OVEDOSIS,begitu kata dewi lestari.warna yang diberikan pada hari valentine sebenarnya tidak memiliki tendensi kasih sayang sama sekali,tapi justru lebih ke buaian suasana.komponen suasana itu sendiri dihinggapi oleh dua jenis makhluk, yaitu manusia dan setan.jadi kesimpulnnya,sesungguhnya manusia menjalani romantisme setan!!!!karena kita telah membiarkan diri kita untuk bekerja sama dengannya.mari kita mencoba menggali kembali makna kasih sayang.bukan kasih sayang karena ikut-ikutan..!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2350812722158310661-9036705967225676856?l=memetolicious.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://memetolicious.blogspot.com/feeds/9036705967225676856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2350812722158310661&amp;postID=9036705967225676856&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/9036705967225676856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2350812722158310661/posts/default/9036705967225676856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://memetolicious.blogspot.com/2007/09/romantis-overdosis-dari-filosofi-kopi.html' title='ROMANTIS OVERDOSIS (dari filosofi kopi)'/><author><name>Memet's Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09564768005133598780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
